x

Bagaimana Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Siapa yang Bakal Menggantikan Jika Absen?

Rabu, 29 April 2026 13:40 WIB
Editor: Redaksi
Tim Nasional Iran ketika menjalani pertandingan persahabatan melawan Nikaragua di Azadi Stadium, Teheran. REUTERS/Majid Asgaripour/WANA

INDOSPORT.COM - Gelaran Piala Dunia 2026 kini dibayangi ketidakpastian politik yang melibatkan salah satu kontestan asal Asia, Iran. Partisipasi "Team Melli" dalam turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut kini menjadi tanda tanya besar menyusul pecahnya konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Situasi ini menjadi sangat pelik mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah penyelenggara bersama Kanada dan Meksiko. Berdasarkan jadwal, Iran tergabung dalam Grup G dan direncanakan melakoni seluruh laga fase grup mereka di tanah Amerika.

Hingga saat ini, FIFA melalui Presiden Gianni Infantino terus menegaskan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi sesuai rencana. Namun, pernyataan kontradiktif muncul dari internal pemerintahan Iran. Pada Maret lalu, Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, sempat mengisyaratkan mundurnya tim nasional mereka karena kondisi keamanan yang tidak memungkinkan.

Di sisi lain, tantangan diplomatik juga datang dari pihak tuan rumah. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa tim Iran tetap diizinkan masuk untuk bertanding. Meski demikian, AS memberikan syarat ketat: personel yang memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilarang keras menginjakkan kaki di Amerika Serikat.

"Jika mereka memutuskan tidak datang, itu adalah keputusan mereka sendiri. Namun, kami tidak akan membiarkan teroris IRGC masuk ke negara ini dengan menyamar sebagai jurnalis atau pelatih atletik," tegas Rubio dalam pernyataannya, yang juga dilansir dari 3addedminutes, Senin (27/04/2026).

Jika Iran benar-benar mundur atau dicoret, FIFA dihadapkan pada krisis regulasi. Secara historis, belum pernah ada tim yang mundur setelah lolos kualifikasi sejak tahun 1950. 

Jika slot Iran benar-benar kosong, ada beberapa skenario yang berpotensi terjadi. Pertama, komposisi Grup G—yang saat ini dihuni oleh Belgia, Mesir, dan Selandia Baru—bisa berubah dengan hanya menyisakan tiga tim, atau alternatifnya semua pertandingan yang melibatkan Iran dianggap kalah walkover (WO) dengan skor 3-0.
 
Di sisi lain, Uni Emirat Arab disebut-sebut sebagai kandidat paling realistis untuk menggantikan posisi tersebut, mengingat status mereka sebagai tim dengan performa terbaik di putaran akhir kualifikasi Asia yang gagal lolos, sekaligus dinilai lebih “aman” secara politik bagi tuan rumah. 

Selain itu, opsi lain datang dari lintas konfederasi, seperti Bolivia atau Jamaika yang sebelumnya kalah di final play-off antarkonferensi, sehingga memiliki dasar kompetitif untuk dipertimbangkan. 

Sementara itu, sempat muncul spekulasi liar mengenai kemungkinan Italia masuk sebagai pengganti melalui jalur lobi diplomatik. 
Namun rumor tersebut langsung dibantah tegas oleh Federasi Sepak Bola Italia dan FIFA, yang menegaskan bahwa setiap tiket ke turnamen harus diraih melalui prestasi di lapangan, bukan keputusan politik.

Dengan kick-off Piala Dunia 2026 yang menyisakan waktu kurang dari 50 hari, proses penggantian tim nasional merupakan mimpi buruk logistik. Tim pengganti harus menyiapkan visa, transportasi, fasilitas latihan, hingga kesiapan fisik pemain dalam waktu yang sangat singkat.

Hingga berita ini diturunkan, FIFA masih menyimpan rapat rencana mereka. Masa depan partisipasi Iran kemungkinan besar akan bergantung pada hasil negosiasi perdamaian yang saat ini tengah diupayakan oleh berbagai pihak internasional. 

Jika diplomasi buntu, Grup G Piala Dunia 2026 terancam compang-camping sebelum laga perdana dimulai di SoFi Stadium, Los Angeles.

IranPiala Dunia

Berita Terkini