Real Madrid Sempat Rayu Zinedine Zidane Rujuk Sebelum Tunjuk Arbeloa
Tabir di balik penunjukan pelatih Real Madrid pasca-era Xabi Alonso akhirnya terungkap. Laporan terbaru menyebutkan bahwa manajemen Los Blancos sempat melakukan upaya serius untuk memulangkan sang legenda, Zinedine Zidane, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Alvaro Arbeloa pada Januari lalu.
Langkah ini diambil menyusul keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso setelah rentetan hasil yang tidak memuaskan. Namun, upaya membawa kembali "Zizou" ke Santiago Bernabeu untuk masa jabatan ketiga menemui jalan buntu.
Mengutip laporan Diario AS yang juga dilansir dari Madrid Universal, petinggi Real Madrid sebenarnya telah menghubungi Zidane sejak Desember 2025, sesaat sebelum Alonso resmi didepak. Zidane merupakan kandidat utama yang diinginkan Presiden Florentino Perez untuk menstabilkan kondisi ruang ganti yang mulai bergejolak.
Namun, tawaran tersebut ditolak oleh pria asal Prancis itu. Alasan utamanya bukan karena keraguan terhadap skuad Madrid, melainkan komitmen moral yang sudah ia bangun sebelumnya. Zidane dilaporkan telah memberikan janji kepada Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk mengambil alih kursi pelatih Tim Nasional Prancis setelah gelaran Piala Dunia berakhir.
Zidane, yang telah menepi dari dunia kepelatihan selama lima tahun terakhir, diproyeksikan akan menjadi suksesor Didier Deschamps di skuat Les Bleus. Kesepakatan yang sudah tertutup rapat tersebut membuat Zidane tidak bisa menerima pinangan Madrid untuk kembali ke bangku cadangan.
Kegagalan merayu Zidane memaksa Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih utama. Mantan pelatih tim muda Madrid tersebut memulai debutnya dengan pahit setelah langsung tersingkir dari ajang Copa del Rey di laga pertamanya.
Meski Arbeloa dikabarkan mendapat dukungan penuh dari para pemain di ruang ganti, pencapaian di lapangan berkata lain. Real Madrid dipastikan menutup musim 2025/2026 tanpa satu pun trofi mayor, sebuah catatan yang dianggap sangat buruk bagi standar klub sebesar Madrid.
Faktor performa yang mengecewakan ini membuat masa depan Arbeloa berada di ujung tanduk. Berbagai laporan internal menunjukkan bahwa manajemen klub kemungkinan besar akan memecat Arbeloa pada Juni mendatang, tepat setelah musim kompetisi berakhir. Arbeloa dinilai belum cukup matang untuk mengemban tanggung jawab di tim utama dalam jangka waktu yang lebih lama.
Walaupun skenario reuni ketiga belum terwujud pada awal tahun ini, pintu bagi Zinedine Zidane di Real Madrid diyakini tidak akan pernah tertutup sepenuhnya. Hubungan antara Zidane dan manajemen klub tetap harmonis.
Untuk saat ini, fokus Zidane akan tercurah sepenuhnya untuk memimpin Timnas Prancis. Namun, para pengamat sepak bola Spanyol menilai kemungkinan kembalinya Zidane ke Madrid di masa depan tetap menjadi opsi yang sangat terbuka, terutama jika ia telah menyelesaikan tugas internasionalnya bersama negaranya.