x

Kegagalan Chelsea dengan Bakar Duit Rp29 Triliun, Hanya Jadi Klub 'Medioker' Termahal di Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 20:40 WIB
Editor: Redaksi
Nicolas Jackson mencetak gol di laga Chelsea vs Sheffield United. (Foto: REUTERS/David Klein)

INDOSPORT.COM – Badai di Stamford Bridge belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Musim kompetisi Chelsea FC justru terjun bebas ke titik nadir setelah menelan kekalahan keenam berturut-turut di Premier League usai ditekuk Nottingham Forest 1-3 pada Senin (4/5/2026).

Hasil memilukan ini menyamai rekor buruk klub pada November 1993 silam. Kekalahan ini memastikan The Blues absen dari kompetisi Liga Champions musim depan secara matematis dan terancam terlempar ke papan bawah klasemen.

Pencapaian ini menjadi ironi besar mengingat investasi fantastis yang telah digelontorkan pemilik klub, Todd Boehly dan konsorsium BlueCo.

Sejak mengambil alih klub pada musim 2022/23, Chelsea tercatat telah membelanjakan dana sebesar €1,70 miliar atau sekitar Rp29,3 triliun untuk merekrut pemain baru.

Angka ini berselisih jauh, yakni sekitar Rp12 triliun, di atas Paris Saint-Germain yang menempati posisi kedua belanja terboros dunia.

Berdasarkan data Transfermarkt, Chelsea telah melakukan 48 perekrutan permanen di bawah era Boehly. Namun, alih-alih membangun skuat yang kompetitif, pendekatan "tembak sembarang" (scattergun approach) ini dinilai gagal total dari perspektif sepak bola.

Dua rekrutan termahal, Enzo Fernández (€121 juta) dan Moisés Caicedo (€116 juta), memang mulai menunjukkan kematangan di lini tengah. Namun, label harga mereka yang memecahkan rekor Inggris terus menjadi bahan perdebatan, terutama melihat performa kolektif tim yang tidak kunjung naik.

Di sisi lain, beberapa transfer justru berakhir bencana. Wesley Fofana (€80,2 juta) terus dihantam cedera berkepanjangan, sementara transfer Mykhaylo Mudryk (€70 juta) disebut-sebut sebagai salah satu kegagalan terbesar setelah pemain asal Ukraina itu dijatuhi hukuman larangan bertanding selama empat tahun akibat gagal dalam tes doping.

Meski dihujani kritik, Chelsea sejatinya memiliki beberapa kisah sukses dari sisi nilai pasar. Cole Palmer yang didatangkan "hanya" seharga €47 juta kini memiliki nilai pasar mencapai €110 juta.

Begitu pula dengan João Pedro yang menyumbangkan 23 kontribusi gol di musim pertamanya pasca-transfer €64 juta dari Brighton.

Namun, keberhasilan bisnis ini justru menjadi sumber kekecewaan bagi fans. Stamford Bridge dinilai mulai kehilangan "jiwanya" karena dianggap hanya menjadi pabrik pengembangan bakat untuk dijual demi keuntungan finansial, bukan tim yang dirancang untuk merengkuh trofi.

Ketidakstabilan ini diperparah dengan siklus pergantian manajer yang sangat cepat. Dalam empat tahun kepemimpinan Boehly, Chelsea telah berganti tujuh manajer permanen. Kurangnya konsistensi dan kesabaran dari level manajemen dipandang sebagai faktor utama merosotnya martabat klub London Barat tersebut.

Dengan skuat yang dinilai masih memiliki banyak celah meski telah belanja gila-gilaan, tantangan Chelsea ke depan bukan lagi sekadar memenangkan pertandingan, melainkan memulihkan identitas klub yang kian memudar di mata pendukung setianya.

Daftar 10 rekrutan termahal Chelsea di era Todd Boehly per Mei 2026

1. Enzo Fernández – €121 juta (dari Benfica)
2. Moisés Caicedo – €116 juta (dari Brighton)
3. Wesley Fofana – €80,4 juta (dari Leicester)
4. Mykhaylo Mudryk – €70 juta (dari Shakhtar)
5. Marc Cucurella – €65,3 juta (dari Brighton)
6. João Pedro – €63,7 juta (dari Brighton)
7. Roméo Lavia – €62,1 juta (dari Southampton)
8. Pedro Neto – €60 juta (dari Wolves)
9. Christopher Nkunku – €60 juta (dari RB Leipzig)
10. Raheem Sterling – €56,2 juta (dari Manchester City) 

ChelseaLiga InggrisTodd Boehly

Berita Terkini