Kobbie Mainoo Bongkar Aib Ruben Amorim saat Latih Manchester United
INDOSPORT.COM - Gelandang muda Manchester United, Kobbie Mainoo, akhirnya buka suara soal masa sulit yang dialaminya di bawah asuhan Ruben Amorim. Pemain timnas Inggris itu mengaku sempat mempertimbangkan hengkang dari Old Trafford karena jarang mendapat kesempatan bermain.
Karier Mainoo sempat melesat cepat bersama Setan Merah. Namun semuanya berubah drastis ketika Amorim datang menggantikan Erik ten Hag.
Pelatih asal Portugal itu membawa skema baku 3-4-2-1. Sistem tersebut ternyata tidak memberi ruang ideal bagi pemain jebolan akademi United itu.
Padahal, Mainoo pernah menjadi pahlawan kemenangan saat final Piala FA melawan Manchester City dua tahun lalu. Namun di era Amorim, ia bahkan gagal mencatatkan satu pun starter di Premier League.
Situasi itu membuat frustrasi pemain berusia 21 tahun tersebut. Pada pekan terakhir bursa transfer musim panas, ia bahkan sempat meminta dipinjamkan.
Permintaan itu akhirnya ditolak pihak klub. Mainoo pun terpaksa bertahan sambil menunggu situasi berubah.
Dalam wawancara bersama Sky Sports, Mainoo mengakui masa itu menjadi periode tergelapnya di Manchester United. Ia harus memikirkan ulang masa depannya sebagai pesepak bola profesional.
“Ketika Anda tidak banyak bermain, atau bahkan tidak bermain sama sekali, tentu Anda mempertimbangkan banyak hal,” kata Mainoo. Meski demikian, ia menegaskan hatinya tetap ingin bertahan di Old Trafford.
Menurut Mainoo, dirinya selalu bermimpi sukses bersama Manchester United. Klub itu merupakan tempat ia tumbuh sejak kecil.
Amorim sendiri disebut punya alasan taktis. Sang pelatih merasa profil Mainoo terlalu mirip dengan kapten tim, Bruno Fernandes.
Pandangan itu membuat Mainoo sulit menembus tim utama. Ia lebih sering dianggap sekadar opsi cadangan mewah.
Mainoo menerima keputusan tersebut secara profesional. Ia sadar setiap pelatih memiliki filosofi dan preferensi masing-masing.
“Ketika ada manajer baru, mereka punya cara bermain sendiri,” ujarnya. Jika pelatih merasa Anda tidak cocok, maka satu-satunya jalan adalah bekerja lebih keras.
Perubahan drastis itu membuatnya terpukul secara mental. Sebab sebelumnya ia hampir selalu menjadi pilihan utama di bawah Erik ten Hag.
Mainoo mengaku dukungan keluarga dan sahabat sangat membantunya. Mereka membuatnya tetap percaya masa sulit itu akan berlalu.
“Pergi dari bermain hampir di setiap laga menjadi jarang bermain jelas sulit,” ucapnya. Terlebih saat dirinya bahkan tidak diturunkan sebagai pemain pengganti.
Ia menyebut fase tersebut sebagai ujian terbesar dalam karier mudanya. Namun pengalaman itu justru membentuk mentalitasnya menjadi lebih kuat.
Kini, Mainoo bisa menatap masa depan dengan optimisme baru. Semua berubah setelah Amorim meninggalkan kursi pelatih Manchester United.