Gabriel Sindir Fans Viral Manchester City usai Arsenal Juara Liga Inggris
INDOSPORT.COM - Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris setelah hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth memastikan gelar resmi berpindah tangan. Kepastian itu memicu pesta besar skuad Mikel Arteta sekaligus menjadi momen pelampiasan setelah bertahun-tahun menghadapi kritik.
The Gunners mengunci gelar Liga Inggris 2025/26 pada Selasa malam waktu setempat usai Manchester City hanya bermain imbang 1-1 di markas Bournemouth. Hasil tersebut membuat Arsenal tak lagi mungkin dikejar dengan satu pertandingan tersisa di akhir musim.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi para pemain Arsenal yang selama beberapa musim terakhir kerap dicap gagal menuntaskan persaingan gelar. Julukan “bottlers” terus menghantui mereka setelah beberapa kali kehilangan momentum di fase krusial.
Kini, setelah resmi menjadi kampiun Inggris untuk pertama kalinya sejak era Invincibles 2003/04, para pemain Arsenal tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membalas semua sindiran. Salah satu respons paling tajam datang dari bek tengah asal Brasil, Gabriel Magalhaes.
Gabriel langsung meluapkan emosinya melalui unggahan media sosial beberapa saat setelah gelar dipastikan. Ia menyindir seorang fans Manchester City bernama Tal Rehman yang sempat viral sepanjang musim karena aksi provokatifnya terhadap Arsenal.
Nama Tal Rehman menjadi perbincangan luas ketika ia beberapa kali muncul di media sosial dengan membawa botol minum bertema Arsenal. Dalam sejumlah video, ia mengejek fans Arsenal dengan gestur seolah menampung air mata mereka ke dalam botol tersebut.
Aksi itu menjadi simbol ejekan narasi “bottle job” yang diarahkan kepada Arsenal sepanjang musim ini. Banyak pendukung City menggunakan simbol tersebut untuk menggambarkan keyakinan bahwa Arsenal akan kembali gagal di momen penting.
Gabriel tampaknya menyimpan betul ejekan tersebut hingga akhirnya Arsenal memastikan gelar juara. Bek berusia 28 tahun itu mengunggah kolase dua ekspresi kontras Tal Rehman sepanjang musim melalui Instagram Story miliknya.
Dalam unggahan itu, Gabriel menambahkan caption singkat namun sangat menusuk. “Think too much?” tulisnya, sebagai sindiran langsung yang menegaskan narasi ejekan itu kini telah berbalik arah.
Pesan tersebut segera viral di kalangan pendukung Arsenal dan menyulut gelombang respons di media sosial. Banyak fans menilai sindiran Gabriel menjadi penutup sempurna atas kritik yang terus diarahkan kepada timnya selama beberapa tahun terakhir.
Gabriel bukan satu-satunya pemain Arsenal yang memanfaatkan momen ini untuk menjawab keraguan publik. Declan Rice juga ikut menyuarakan keyakinannya lewat unggahan media sosial bernada penuh pembuktian.
Gelandang timnas Inggris itu mengunggah foto bersama sejumlah rekan setim sambil menuliskan kalimat yang langsung menarik perhatian publik. “I told you all.. it’s done,” tulis Rice dalam unggahan perayaannya.
Kalimat tersebut merujuk pada momen setelah Arsenal kalah 1-2 dari Manchester City pada April lalu. Saat banyak pihak menilai Arsenal telah kehilangan kendali perburuan gelar, kamera menangkap Rice meyakinkan Martin Odegaard bahwa segalanya belum selesai.
Keyakinan Rice kala itu kini terbukti sepenuhnya benar. Arsenal bangkit dengan luar biasa dan menutup musim lewat rentetan hasil konsisten yang membuat City akhirnya tersingkir dari persaingan.
Bukayo Saka juga tak mau ketinggalan merespons semua tudingan yang selama ini diarahkan kepada timnya. Bintang muda Arsenal itu mengunggah video penuh sindiran halus terhadap label “bottlers” yang melekat dalam beberapa musim terakhir.
Dalam video tersebut, Saka tampil bersama wonderkid Arsenal, Myles Lewis-Skelly, yang terlihat memegang botol sampanye. Dengan nada santai namun penuh makna, Saka berkata, “Mereka menyebut kami bottlers.”
Kalimat itu kemudian disambut tawa bersama sebelum keduanya melanjutkan candaan dengan pesan penutup. “Dan sekarang kami yang memegang botolnya,” ucap mereka sambil tertawa lepas.
Video itu langsung disambut antusias pendukung Arsenal di seluruh dunia. Banyak yang menilai respons tersebut sebagai bentuk pelampiasan yang wajar setelah perjuangan panjang mereka meraih trofi.
Pesta Arsenal sendiri berlangsung meriah hingga dini hari di pusat latihan London Colney sebelum berlanjut ke Emirates Stadium. Para pemain tampak menikmati malam bersejarah yang akhirnya menghapus trauma kegagalan masa lalu.
Mikel Arteta sukses membungkam semua kritik yang sempat mengiringi proyek besarnya di London Utara. Setelah beberapa musim nyaris juara, manajer asal Spanyol itu akhirnya membawa Arsenal kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Bagi Gabriel dan rekan-rekannya, keberhasilan ini bukan sekadar trofi biasa. Gelar tersebut menjadi jawaban paling telak untuk semua keraguan yang pernah diarahkan kepada skuad muda Arsenal.