x

Usai Juara Liga Inggris, Josh Kroenke Pastikan Arsenal 'Tancap Gas' di Bursa Transfer

Senin, 25 Mei 2026 17:03 WIB
Editor: Redaksi
Emirates Stadium

INDOSPORT.COM - Josh Kroenke memastikan Arsenal tidak akan berpuas diri setelah akhirnya mengangkat trofi Liga Inggris musim ini. Co-Chairman klub asal London Utara itu menegaskan pembicaraan transfer sudah dimulai demi memperkuat skuad Mikel Arteta untuk mempertahankan gelar musim depan.

The Gunners akhirnya menuntaskan penantian panjang selama 22 tahun setelah memastikan gelar juara Liga Inggris. Kepastian itu hadir usai kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada laga terakhir kompetisi domestik akhir pekan lalu.

Baca Juga

Selebrasi besar yang berlangsung semalaman belum membuat petinggi Arsenal kehilangan fokus. Mereka kini langsung mengalihkan perhatian menuju final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain akhir pekan ini.

Josh Kroenke hadir langsung di Selhurst Park bersama ayahnya, Stan Kroenke, yang merupakan pemilik utama Arsenal. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat bahwa keluarga Kroenke kini benar-benar terlibat penuh dalam proyek kebangkitan klub.

Dalam wawancaranya bersama NBC, Josh menegaskan bahwa aktivitas bisnis sepak bola tidak pernah berhenti. Ia menyadari rival-rival Arsenal sudah bergerak untuk memperkuat tim masing-masing demi menantang musim depan.

“Bisnis ini tidak pernah berhenti, dan saat ini sudah ada klub-klub lain yang mencoba memperkuat diri untuk mengejar kami musim depan,” ujar Kroenke. Pernyataan itu menunjukkan Arsenal tak ingin lengah meski baru saja meraih gelar bersejarah.

Ia juga mengungkapkan bahwa diskusi internal sudah berlangsung untuk menentukan area yang harus ditingkatkan. Evaluasi tersebut mencakup sektor tim utama maupun struktur organisasi di luar lapangan.

“Kami sudah melakukan beberapa pembicaraan mengenai area yang bisa kami tingkatkan, baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Josh. Menurutnya, menjaga level kompetitif jauh lebih sulit dibanding sekadar meraihnya sekali.

Bursa transfer musim panas kali ini disebut akan sangat unik karena beririsan dengan agenda Piala Dunia 2026. Meski demikian, Kroenke merasa situasi itu justru mempermudah koordinasi karena banyak pihak akan berada di Amerika Serikat.

“Musim panas ini akan menarik karena ada Piala Dunia, tetapi untungnya semua orang datang ke Amerika Serikat sehingga saya tidak perlu banyak bepergian,” lanjutnya. Situasi itu diyakini mempermudah komunikasi lintas pihak.

Sejak keluarga Kroenke mengambil alih penuh kepemilikan Arsenal pada 2018, struktur klub memang mengalami banyak perubahan besar. Transformasi tersebut berlangsung bertahap dengan melibatkan sejumlah figur penting.

Nama-nama seperti Edu, Vinai Venkatesham, Raul Sanllehi, dan Tim Lewis punya kontribusi masing-masing dalam pembangunan fondasi baru Arsenal. Mereka menjadi bagian penting sebelum klub mencapai titik puncak seperti sekarang.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, peran Mikel Arteta semakin dominan di balik layar. Bersama direktur olahraga Andrea Berta, Arteta kini menjadi pusat pengambilan keputusan dalam proyek olahraga klub.

Josh menilai duet tersebut berhasil membentuk budaya kerja yang stabil dan kompetitif. Menurutnya, kesinambungan proyek menjadi kunci utama kesuksesan Arsenal musim ini.

“Ketika Anda punya Mikel dan Andrea yang memimpin sisi olahraga seperti sekarang, lalu para pemain tumbuh bersama, hasil spesial memang bisa tercipta,” tutur Josh. Ia menilai kebersamaan jangka panjang tak bisa dibangun secara instan.

Putra Stan Kroenke itu juga menjelaskan posisinya di dalam hierarki klub. Ia menyebut dirinya bukan pemilik utama, melainkan perpanjangan mata dan telinga ayahnya untuk memastikan semuanya berjalan baik.

Josh menegaskan tugasnya lebih kepada memantau keseluruhan budaya organisasi. Ia memastikan setiap elemen klub bergerak dalam arah yang sama untuk mencapai target besar.

Menurutnya, keberhasilan Arsenal musim ini adalah hasil proses panjang yang penuh kesabaran. Tidak ada tombol ajaib yang bisa langsung menghadirkan gelar juara.

“Menang di level tertinggi adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang bisa Anda nyalakan seperti sakelar lampu,” ucap Josh. Filosofi itu menjadi dasar pendekatan keluarga Kroenke sejak mengambil alih klub.

Ia menambahkan bahwa setiap proyek besar membutuhkan waktu untuk tumbuh, termasuk belajar dari kegagalan. Arsenal sempat beberapa kali nyaris juara sebelum akhirnya benar-benar berhasil musim ini.

Josh menilai pengalaman gagal justru menempa mental skuad Arteta menjadi lebih matang. Rasa sakit dari musim-musim sebelumnya menjadi bahan bakar menuju keberhasilan saat ini.

Ia mengaku kemenangan Arsenal punya makna berbeda dibanding trofi yang pernah diraih organisasi Kroenke di NBA, NFL, maupun NHL. Intensitas tekanan di Premier League terasa jauh lebih panjang dan menguras emosi.

“Tekanannya berbeda, Anda mulai merasakannya sejak Desember dan itu terus meningkat selama berbulan-bulan,” katanya. Menurut Josh, respons para pemain saat tekanan memuncak menjadi bukti karakter juara sesungguhnya.

Kini Arsenal berada di ambang sejarah yang lebih besar. Jika mampu mengalahkan PSG di final Liga Champions, klub London Utara itu akan menutup musim dengan double winners yang belum pernah mereka raih sebelumnya.

Josh percaya momentum tim sedang berada di titik terbaik. Ia pun optimistis Arteta bisa membawa Arsenal membuka era kejayaan baru di sepak bola Eropa.

Kesuksesan Premier League musim ini bukanlah garis akhir bagi Arsenal. Bagi keluarga Kroenke, trofi tersebut hanyalah awal dari ambisi membangun dinasti baru di sepak bola Inggris dan Eropa.

Bursa TransferArsenalJosh Kroenke

Berita Terkini