x

Wayne Rooney Kritik Momen Guard of Honour Pemain Manchester City di Tengah Pertandingan

Senin, 25 Mei 2026 11:33 WIB
Editor: Redaksi
Kyle Walker selebrasi bersama Bernardo Silva dan Oleksandr Zinchenko pada laga semifinal Carabao Cup leg pertdama melawan Burton Albion di Etihad Stadium 09/01/19.

INDOSPORT.COM - Manchester City menutup musim Liga Inggris 2025/26 dengan suasana emosional setelah takluk 1-2 dari Aston Villa di Etihad Stadium. Laga tersebut menjadi panggung perpisahan bagi sejumlah pemain penting klub, termasuk Bernardo Silva, John Stones, dan manajer legendaris Pep Guardiola.

Namun di balik momen haru itu, mantan striker Manchester United, Wayne Rooney, justru mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil sepanjang pertandingan. Ia menilai penghormatan berupa Guard of Honour kepada dua pemain City dilakukan pada waktu yang kurang tepat.

Baca Juga

Rooney secara terbuka menyebut dirinya merasa sedih melihat apa yang terjadi di tengah jalannya laga kompetitif Premier League itu. Menurutnya, penghormatan semacam itu seharusnya diberikan setelah pertandingan berakhir, bukan ketika duel masih berlangsung sengit.

Pada pertandingan tersebut, Guardiola menurunkan susunan pemain eksperimental untuk laga terakhirnya sebagai pelatih City. Bernardo Silva dan John Stones tetap dipercaya tampil sejak menit awal sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar keduanya.

Manchester City tampil lebih tajam sejak awal pertandingan dan berhasil unggul melalui Antoine Semenyo pada babak pertama. STapi setelah turun minum, Ollie Watkins mencetak dua gol untuk membalikkan kemenangan bagi tim asuhan Unai Emery.

Momen kontroversial pertama terjadi saat Bernardo Silva ditarik keluar menjelang satu jam pertandingan berjalan. Kedua kubu lalu membentuk barisan Guard of Honour untuk sang kapten asal Portugal yang terlihat meneteskan air mata.

Tak lama setelah prosesi tersebut, Villa justru menambah gol melalui Watkins untuk mengunci kemenangan penting. Situasi serupa kemudian kembali terulang ketika John Stones ditarik keluar sekitar dua puluh menit menjelang laga usai.

Sekali lagi, para pemain dari kedua tim membentuk lorong penghormatan bagi bek timnas Inggris tersebut. Sebagian pihak menilai tindakan itu mengurangi kesakralan laga karena pertandingan masih berlangsung dan tiket tambahan Liga Champions masih diperebutkan.

Secara matematis, hasil pertandingan itu masih punya dampak besar terhadap persaingan zona Eropa. Jika Villa kalah dan Liverpool mampu mengalahkan Brentford, maka posisi keenam klasemen berhak mendapat tiket Liga Champions.

Karena itulah Rooney merasa penghormatan di tengah pertandingan terasa tidak pada tempatnya. Legenda Manchester United itu menilai Aston Villa terlalu baik hati memfasilitasi perpisahan lawan mereka sendiri.

"Saya melihat beberapa hal musim ini dan itu membuat saya sedih bahwa hal seperti ini bisa terjadi dalam sepak bola," ujar Rooney kepada BBC Match of the Day. Ia menegaskan Bernardo Silva dan John Stones memang layak mendapat penghormatan besar, tetapi waktunya harus setelah laga selesai.

Rooney juga menambahkan bahwa dirinya akan sangat marah bila berada di kubu Aston Villa saat kejadian tersebut berlangsung. Menurutnya, fokus utama pemain seharusnya tetap memenangkan pertandingan, bukan larut dalam seremoni emosional.

Komentar senada datang dari legenda Newcastle United, Alan Shearer, yang mengaku terkejut Aston Villa menyetujui prosesi itu. Ia menilai keputusan tersebut sangat aneh karena pertandingan masih menyisakan waktu cukup panjang untuk menentukan hasil akhir.

Shearer menegaskan dirinya bukan penggemar seremoni semacam itu ketika pertandingan belum berakhir. Baginya, penghormatan kepada legenda klub tetap penting, tetapi tidak boleh mengganggu esensi kompetisi profesional.

Di sisi lain, kubu Aston Villa tampak tak mempermasalahkan keputusan tersebut dan tetap bermain serius hingga peluit akhir. Emery bahkan berhasil menutup musim fantastis timnya dengan kemenangan prestisius di markas Man City.

Bagi Manchester City, kekalahan ini memang terasa pahit, tetapi nuansa emosional perpisahan lebih mendominasi atmosfer stadion. Etihad larut dalam penghormatan bagi era emas yang dibangun Guardiola bersama Bernardo Silva dan John Stones.

Meski begitu, kritik dari Rooney dan Shearer memunculkan perdebatan baru tentang batas antara seremoni dan integritas kompetisi. Banyak pengamat menilai sepak bola modern mulai terlalu sering mencampur aduk sisi hiburan dengan nilai sportivitas murni.

Terlepas dari polemik tersebut, Bernardo Silva dan John Stones tetap meninggalkan warisan besar untuk Manchester City. Keduanya menjadi bagian penting dalam era kejayaan klub yang dipenuhi trofi domestik maupun Eropa.

Sementara bagi Pep Guardiola, laga terakhir ini menjadi akhir emosional dari perjalanan luar biasanya bersama The Citizens. Kekalahan dari Aston Villa tak akan menghapus jejak sejarah yang telah ia ukir selama bertahun-tahun di Manchester biru.

Manchester CityWayne RooneyLiga Inggris

Berita Terkini