x

Profil Cabang Olahraga Asian Para Games 2018: Tenis Meja

Senin, 1 Oktober 2018 14:03 WIB
Penulis: Rialdi | Editor: Arum Kusuma Dewi
Tenis meja di Asian Para Games 2018.

INDOSPORT.COM - Asian Para Games 2018 akan berlangsung 6-13 Oktober 2018 mendatang di Jakarta, Indonesia. Acara ini selevel dengan Asian Games, hanya saja para pesertanya adalah penyandang disabilitas.

Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 3.000 atlet dari 41 negara di kawasan Asia. Sebanyak 18 cabang olahraga (cabor) bakal dipertandingkan atau dilombakan, satu di antaranya adalah cabor tenis meja.

Perlombaan cabor tenis meja akan dilaksanakan di Ecovention Ancol, Jakarta Pusat. Selaku tuan rumah, Indonesia berharap bisa mendapatkan medali emas dari salah satu olahraga yang menggunakan raket dan memakan stamina tersebut.

Baca Juga

Di Asian Para Games 2018 cabor tenis meja akan ada 47 medali yang diperebutkan, akan tetapi Indonesia hanya mengikuti 23 nomor pertandingan. Indonesia akan mengirim 32 atlet tenis meja, di antaranya 19 putra dan 13 putri.

Pada Asian Para Games edisi kali ini, atlet tenis meja Indonesia diberikan target minimal meraup delapan medali, rinciannya yakni 2 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Secara keseluruhan melalui semua atlet yang dikirimkan, Indonesia berharap bisa finis di peringkat ke-7. Pada edisi sebelumnya di Incheon, Korea Selatan 2014, Indonesia finis di posisi ke-9 dengan perolehan 9 medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu.


1. Cara Bermain Tenis Meja Asian Para Games 2018

Atlet andalan tenis meja asal China

Tenis meja dikenal juga dengan istilah ping pong. Olahraga ini cukup populer di berbagai kalangan karena tidak memerlukan banyak ruang. Tenis meja pertama bkali dipertandingkan sejak Asian Games II Tokyo tahun 1958, tetapi sempat tak dimainkan di Asian Games VI Bangkok tahun 1970.

Tenis meja merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang berlawanan. Seperti bulutangkis, permainan ini membutuhkan raket, tetapi dengan bahan dan ukuran yang berbeda yang biasa disebut bet.

Baca Juga

Mengutip dari laman resmi Asian Para Games, atlet dari semua kelompok gangguan fisik, selain dari tunanetra, diperbolehkan berkompetisi dalam kelas berdiri atau duduk. Atlet dengan gangguan mental juga bisa bersaing.

Pria dan wanita dapat berpartisipasi dalam acara individu, ganda atau tim, dan pertandingan terdiri dari lima set masing-masing 11 poin, dan dimainkan dalam format best-of-five.

Berikut peraturan-peraturan dasar ketika memainkan tenis meja:

Permainan tunggal

Permainan ganda


2. Klasifikasi tenis meja di Asian Para Games 2018

Tenis meja di ASEAN Para Games 2017.

Dalam pertandingan Asian Para Games, permainan tenis meja dibagi menjadi dua kategori yaitu TT 1-5 (Wheelchair), TT 6-10 (Standing) dan TT 11.

T 1-5 (Wheelchair), TT 6-10 (Standing): kategori ini dikhususkan untuk atlet tuna daksa, di mana sang atlet memiliki gangguan gerak yang disebabkan otot dan struktur tulang yang sifatnya bawaan, kecelakaan, amputasi, lumpuh, dan sebagainya.

Pada kategori ini, bagi atlet yang masih bisa berdiri ataupun membutuhkan kursi untuk bermain akan dalam satu kelas.

TT 11: pada kategori ini diikuti oleh atlet tuna grahita, di mana mereka memiliki keterbelakangan mental atau hambatan fungsi kecerdasan intelektual dan adaptasi sosial yang terjadi pada masa pertumbuhan.

Terus Ikuti Berita Olahraga Asian Para Games 2018 Lainnya Hanya di INDOSPORT
 

Tenis MejaAsian Para Games 2018Profil Cabor Asian Para Games 2018

Berita Terkini