x

EKSKLUSIF: Cerita Daud Yordan yang Tak Percaya Mitos

Senin, 8 Februari 2016 22:00 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Irfan Fikri
Daud Yordan saat mengalahkan Yoshitaka Kato dalam perebutan gelar WBO Asia-Pasifik dan WBO Afrika di Jakarta.

Daud Yordan dijuluki Cino. Julukan yang disematkan oleh mantan pelatihnya, Carlos Jesus Renate Tores, asal Kuba, merujuk pada kata Chino dalam bahasa Spanyol yang berarti 'China', karena wajahnya yang oriental.

Maklum, ayah petinju kelahiran  Ketapang Kalimantan Barat 1987, Hermanus Lay Tjun adalah orang Tionghoa-Indonesia, sedangkan Ibu Daud adalah asli suku Dayak. 

Namun petinju yang baru saja mempertahankan gelar Juara Dunia Kelas Ringan versi WBO menganggap ada kebiasaan-kebiasaan warga Tionghoa tak selalu ia telan begitu saja, kecuali yang menurutnya bernilai positif.      

Petinju yang baru saja mengalahkan Kato Yoshitaka  menyempatkan diri berbincang bersama INDOSPORT tentang pandangan dan kebiasaannya saat datangnya Tahun Baru Imlek.

Berikut  wawancara lengkap kami bersama Daud Yordan:


1. Meski Ikut-ikutan, Tetap Senang

Daud Yordan saat mengalahkan Yoshitaka Kato dalam perebutan gelar WBO Asia-Pasifik dan WBO Afrika di Jakarta.

INDOSPORT: Daud, Selamat Hari Imlek, ya.

Daud Yordan: Terima kasih, saya sebenarnya gak ikut Imlek meski memang ayah saya keturunan China, tapi memang kita dari dulu tidak merayakan.

INDOSPORT: Tapi Daud tetap meramaikan Imlek?

Daud Yordan: Ya saya ikut Imlek-kan bersama keluarga istri saya. Karena kan memang keluarga istri saya itu China-nya masih sangat kuat jadi mereka merayakan, dan saya ikut-ikut saja ikut meramaikan.

INDOSPORT: Biasanya kalau Imlek melakukan kegiatan apa saja?

Daud Yordan: Semalam kita sudah kumpul-kumpul bersama keluarga istri di Jakarta, kan mumpung masih di Jakarta juga, jadi sekalian silaturahmi juga sama semuanya.


2. Kue Keranjang dan Babi

Daud Yordan saat sesi latihan jelang pertarungan melawan Yoshitaka Kato dalam perebutan gelar WBO Asia-Pasifik dan WBO Afrika di Jakarta.

INDOSPORT: Tapi meski tak merayakan, makna imlek bagi Daud apa?

Daud Yordan: Setiap perayaan pasti ada makna di balik semuanya, tak terkecuali dengan Imlek ini. Maknanya pasti kita masih kumpul-kumpul bersama keluarga besar. Menjalin silaturahmi di balik kesibukan kita masing-masing, itu makna terpentingnya.

INDOSPORT: Dalam kumpul-kumpul pasti banyak makanan. Makanan khas imlek?

Daud Yordan: Makanan sudah pasti banyak, karena orang China memiliki prinsip semakin banyak jenis makanan maka akan semakin banyak pula rejeki yang datang.

INDOSPORT: Makanan yang khas dan spesial untuk Daud apa?

Daud Yordan: Kalau yang khas sudah pasti kue keranjang. Dan kalau lauknya sudah jelas ada babi yang dimasak dengan macam-macam, ya pokoknya campur-campur lah.


3. Tak Percaya Mitos

Daud Yordan saat mengalahkan Yoshitaka Kato dalam perebutan gelar WBO Asia-Pasifik dan WBO Afrika di Jakarta.

INDOSPORT: Berdasarkan perhitungan, tahun ini kan tahun monyet. Bagi Daud akan ada pengaruh, tidak?

Daud Yordan: Bagi saya tidak ada ngaruh-nya mau tahun Monyet atau apalah. Tapi memang menurut orang China tahun Monyet akan sulit mencari rejeki.

INDOSPORT: Mengetahui akan sulit cari rejeki, tanggapan Daud?

Daud Yordan: Ya kita janganlah terlalu percaya lah dengan seperti itu. Intinya kita murni mencari rejeki dan yang terpenting bagaimana kita membawa diri nanti.

INDOSPORT: Dalam hari imlek, identik dengan membagikan angpao, Bagimana dengan Daud?

Daud Yordan: Ya memang tadi ada yang membagikan ada yang tidak, tapi kalau saya mau Imlek atau apa ya kasih-kasih aja saling berbagi.

INDOSPORT: Ada Perbedaan tidak antara imlek tahun ini dan kemarin?

Daud Yordan: Tidak ada sih ya, sama-sama saja. Intinya saya saling menghormati saja keluarga istri saya yang lebih merayakan.

INDOSPORT: Selepas ini Daud ada kegiatan apa?

Daud Yordan: Ya saya pulang ke Kalimantan dulu, mungkin nanti mengikuti event atau undangan lain. Tapi saat ini saya masih di Jakarta.

PertinaDaud Yordan

Berita Terkini