Perjalanan Karier Evander Holyfield, Pernah Bangkrut Sampai Jual Rumah
INDOSPORT.COM - Seluruh penikmat olahraga tinju pasti tidak asing mendengar nama Evander Holyfield. Ya, ia merupakan legenda yang menjadi rival Mike Tyson.
Legenda tinju dunia, Evander Holyfield, lahir di tengah perang dingin dua negara adikuasa, Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 19 Oktober 1962 silam.
Menginjak usia empat tahun, Evander dan keluarganya pindah ke Atalanta yang merupakan kota kelahiran ibunya. Kepindahan tersebut rupanya menjadi awal pertemuan Holyfield dengan olahraga tinju.
Di Atalanta, Holyfield pada usia delapan tahun mendaftarkan diri untuk berlatih tinju. Saat itu kondisi tubuhnya masih kecil dan kurus, tetapi pelatih Carter Morgan terus membimbing latihan Holyfield.
Saat memasuki usia 11 tahun, Holyfield tidak pernah terkalahkan saat berlatih maupun pertandingan. Hingga usianya menginjak 15 tahun, Evander menjadi juara Southeastern Regional Champion dan mendapat penghargaan Best Boxer Award.
Kehebatan Evander Holyfield membuat dirinya terpilih mewakili tim Amerika Serikat di Olimpiade 1984, padahal saat itu ia baru berusia 20 tahun.
Evander Holyfield harus menerima kenyataan pahit karena gagal menyumbangkan medali emas. Ia didiskualifikasi dari pertandingan karena dinilai tetap memukul lawannya, meski bel tanda berakhirnya ronde telah dibunyikan.
Meski gagal mendaptkan medali emas, karirnya terus berjalan naik. Pada 1996 silam, seluruh dunia menjadi saksi kehebatan Holyfield saat sukses menumbangkan petinju brutal, Mike Tyson dalam perebutan sabuk juara kelas berat WBA.
Karena dikalahkan Holyfield, Mike Tyson ingin ada pertandingan jilid dua. Tepatnya pada 28 Juni 1997 silam, terjadi pertandingan seru yang tidak akan bisa dilupakan oleh seluruh penggemar tinju dunia.
Karena kalah telak, Mike Tyson emosi dan melakukan tindakan tidak sportif dengan menggigit telinga sebelah kanan Evander Holyfield hingga robek.
Petinju dengan julukan Si Leher Beton itu bahkan sempat terlihat meludah ke lantai untuk mengeluarkan potongan telinga yang ada di mulutnya.
1. Bangkrut Sampai Jual Rumah
Kehebatan Holyfield dalam bertarung di atas ring membuatnya sempat memiliki banyak uang. Bahkan ia pernah memiliki kekayaan hingga mencapai 350 juta pounds atau setara Rp6,3 triliun.
Namun sayang, semua hartanya lenyap seiring dengan kehancuran hidup Holyfield itu sendiri. Hartanya banyak dihabiskan di kasino Las Vegas dan Atlantic City, bisnis yang gagal, menghadapi tuntutan hukum serta gaya hidup mewah.
Diketahui, Holyfield pernah menghadapi perceraian tiga kali. Ia juga terlilit hutang berupa tunjangan untuk 11 anak kandungnya dari lima wanita.
Kemudian putrinya yang beranjak dewasa pernah menggugatnya atas tunjangan yang belum dibayar. Bila Holyfield tak mau membayar, maka hukuman penjara menjadi ancaman.
Ekonomi Holyfield perlahan mulai hancur sejak 1999 silam ketika istrinya, Janice, mengajukan gugatan cerai karena suaminya mengaku kepada publik telah memiliki dua anak di luar nikah.
Akhirnya Holyfield dinyatakan bangkrut pada 2012 dan kekayaannya di dompet hanya sebesar 600 ribu dolar. Holyfield bahkan terpaksa menjual jubah yang dipakai saat telinganya tergigit oleh Mike Tyson.
Tak hanya itu, Holyfield bahkan menjual rumah dan semua barang yang ia punya mulai dari perhiasan, perabotan, cincin memorabilia, 27 pasang sarung tangan, medali perunggu Olimpiade, sabuk gelar dunia WBC, WBA, dan IBF, serta mobil Chevrolet Corbette merah tahun 1962.
Setelah memutuskan untuk pensiun pada 2014 silam, saat ini Holyfield perlahan mulai bangkit dari kesulitan ekonomi. Bahkan baru-baru ini Evander Holyfield bersedia untuk kembali ke ring menyusul mantan rivalnya, Mike Tyson, dalam pertandingan amal.