x

Ingin Dulang Emas PON XX, Pertina Papua Bakal Datangkan Pelatih dari Eropa Timur

Senin, 10 Mei 2021 20:05 WIB
Kontributor: Sudjarwo | Editor: Herry Ibrahim
Target banyak emas PON XX, Pertina Papua bakal mendatangkan pelatih dari Eropa Timur.

INDOSPORT.COM - Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Papua tak main-main dalam mempersiapkan timnya menuju perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Oktober mendatang.

Demi menggapai ambisi mereka untuk mendulang medali emas PON XX, Pertina Papua bakal mendatangkan pelatih dari Eropa Timur.

Langkah tersebut diputuskan oleh Ketua Pengprov Pertina Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP), menyusul kegagalan para petinju Papua dalam seleksi pelatnas di Jakarta, berapa waktu lalu.

"Kami Pertina sudah banyak menampung pikiran yang kami siapkan dan itu akan kami sampaikan ke PB PON dan juga KONI Papua, sehingga kita berharap keduanya merespons itu secara serius dan jangan sampai kita kalah di PON XX nanti," kata Ham Pagawak kepada awak media olahraga INDOSPORT, Senin (10/5/21).

Baca Juga
Baca Juga

"Kami sudah siap, kami juga sementara mempersiapkan pelatih dari Eropa Timur yang akan kami datangkan, kiranya dalam beberapa bulan tersisa ini bisa menyiapkan para petinju kita," sambungnya.

Untuk mendapatkan pelatih asal Eropa Timur yang berkualitas, Pertina Papua bahkan meminta bantuan dari Pertina Pusat. Soal bayaran, tak menjadi masalah bagi Pertina Papua.

"Jadi kami minta dukungan langsung dari Pertina Pusat untuk membantu mencarikan pelatih, kalau cocok dengan harga itu akan dibayar dengan nilai dolar. Bayaran mungkin bukan masalah, yang penting dia harus datang untuk memberikan kontribusi kebangkitan tinju di Tanah Papua," tekannya.


1. Emas Harga Mati Bagi Pertina Papua

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya.

Ham Pagawak menegaskan bahwa meraih medali emas pada PON XX di rumah sendiri adalah harga mati. Pertina Papua menargetkan 10 hingga 12 medali emas dari total 17 petinju yang akan diturunkan.

"Sebenarnya atlet kita hanya kurang latihan, dan fisik mereka tidak dilatih baik, dan kita menelan kekalahan di seleknas dari segi itu. Kembali kepada pelatih evaluasinya, sehingga ke depannya dari 17 petinju atau atlet kita ini setidaknya 10 atau 12 itu harus merebut medali emas. Ini harga diri kita sebagai tuan rumah dan harga diri Papua yang dipertaruhkan. Bukan cabor tinju saja, tapi semua cabor. Medali emas harga mati," katanya.

Baca Juga
Baca Juga

Cabang olahraga tinju tidak hanya menjadi salah satu unggulan kontingen Papua pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, tapi juga akan mempertaruhkan kehormatan Papua di atas ring.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Kenius Kogoya juga mengatakan hal yang sama. Ia menegaskan jika Papua ingin mendapatkan prestasi di PON XX, harus segera dilakukan evaluasi dan berbenah di sisa waktu yang kian sempit.

"Saya pikir cabor tinju itu potensi medali kita di PON XX, kalau kita bisa siapkan atlet-atlet kita dengan baik. Jadi memang harus dievaluasi lebih ke arah pelatihnya perlu dievaluasi, nanti tinggal Pertina-nya bisa mempertimbangkan itu, saya lihat pelatih kita bisa ada penyegaran supaya kita bisa lebih matang lagi agar di sisa waktu yang ada bisa lebih fight dan mungkin fisiknya yang harus dimantapkan lagi," pungkas Kenius.
    

PertinaTinjuPON XX 2020Berita TinjuPON Papua

Berita Terkini