Jelang Asian Games 2018, Warga Jakarta Masih Minim Informasi

  • Jakarta hanya tinggal menghitung hari jelang pelaksanaan Asian Games 2018.
  • Namun, sejumlah warga masih merasa minim informasi terkait pelaksanaan hajatan olahraga multi cabang ini.
Senin, 8 Januari 2018 21:56 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor: Rizky Pratama Putra
© Arief Setiadi/INDOSPORT
Spanduk Asian Games 2018. Copyright: © Arief Setiadi/INDOSPORT
Spanduk Asian Games 2018.

Jakarta dan Palembang akan menjadi penyelenggara Asian Games 2018 pada bulan Agustus mendatang. Kedua kota ini kian serius untuk menyelesaikan segala persiapan untuk menyambut gelaran akbar olahraga multi-event empat tahunan di Asia ini.

Jakarta sendiri mulai menata diri dengan perombakan beberapa venue yang bakal menjadi venue pertandingan, termasuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kini 5 bulan menjelang pelaksanaan, Jakarta juga berupaya untuk menggaungkan atmosfer hajatan ini.

Beberapa cabang olahraga (CABOR) Asian Games 2018 di halte trasnjakarta. Copyright: Annisa Hardjanti/INDOSPORTBeberapa cabang olahraga (CABOR) Asian Games 2018 di halte trasnjakarta.

Namun, sejumlah warga masih belum terpapar dengan euforia yang coba digemakan oleh penyelenggara. Berdasarkan pantuan INDOSPORT, pengguna layanan transjakarta bahkan mengaku minim dengan publikasi agenda tersebut.

Apalagi busway, sebutan lain untuk moda transportasi ini, menjadi salah satu ofisial tarnsport untuk Asian Games 2018. Sejumlah publikasi juga telah dipasang pada halte serta bus transjakarta.

Suasana halte transjakarta. Copyright: Annisa Hardjanti/INDOSPORTSuasana halte transjakarta.

Seperti yang diungkapkan oleh Ida, salah satu pengguna jasa busway. Ida menyatakan bahwa publikasi mengenai Asian Games 2018 sendiri kurang efektif.

"Gimana ya, kurang kali, ya, karena kan cuma sepintas saja," ujarnya.

Logo cabang olaharaga di bus TransJakarta. Copyright: Annisa Hardjanti/INDOSPORTLogo cabang olaharaga di bus TransJakarta.

Demikian pula yang disampaikan oleh Rofhiatun yang juga pengguna jasa transportasi yang mulai beroperasi pertama kali pada tahun 2004 ini. Perempuan yang aktif dalam sebuah lembaga serikat pekerja ini juga senada soal efektifitas publikasi di moda transportasi ini.

"Sebenarnya kalau ditempelin di bus atau di halte, banyak orang sih kalo yang awam kayanya gak tau itu apa," katanya.

Logo Asian Games 2018 di Transjakarta. Copyright: Annisa Hardjanti/INDOSPORTLogo Asian Games 2018 di Transjakarta.

Namun, berbeda dengan Aji Rasyid yang mengatakan bahwa dirinya merupakan orang asli Palembang. Aji menyatakan bahwa, di daerah asalnya, gaung Asian Games lebih terasa, karena ada satu kendaraan khusus yang mempublikasikan ajang ini.

"Jadi kalau di Palembang itu, ada armada khusus untuk publikasi, bagian sosialisasi, jadi gak harus diornamen atau dicat (pada angkutan umum) publikasi atau advertising-nya tentang Asian Games 2018," ucap Aji.

Hal ini menjadi alarm baru bagi penyelenggara lokal Jakarta untuk bisa mencari cara lain jika ingin terhindar dari sepinya antusiasme warga di bulan Agustus nanti. Apalagi, Asian Games 2018 ini bisa saja menjadi uji coba perdana untuk Indonesia yang juga 'ngebet' menggelar Piala Dunia dan Olimpiade pada tahun-tahun mendatang.