All England 2017

Tanpa Jonatan, Ini Peluang Tunggal Putra di All England 2017

  • Indonesia mengirim empat wakil di nomor tunggal putra dalam All England 2017.
  • Jonatan Christie tidak ikut tampil akibat sakit dan kondisinya tidak fit.
  • Berdasarkan peringkat dan pengalaman, Tommy Sugiarto memiliki peluang paling tinggi membuat Indonesia meraih gelar juara.

Selasa, 7 Maret 2017 19:46 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
PBSI
Tommy Sugiarto, salah satu tunggal putra Indonesia di All England 2017. Copyright: PBSI
Tommy Sugiarto, salah satu tunggal putra Indonesia di All England 2017.

Setelah setahun lebih, turnamen bulutangkis tertua di dunia, yakni All England kembali bergulir. Sejumlah negara-negara peserta pun mengirimkan para pebulutangkisnya di berbagai nomor, guna membawa pulang gelar juara turnamen yang sudah bergulir sejak 1898 silam tersebut.

Indonesia, sebagai salah satu kiblat bulutangkis dunia pun tentunya tidak ingin ketinggalan. Berbagai nama pebulutangkis terbaik Tanah Air pun telah disiapkan untuk dapat mengarungi ketatnya persaingan demi meraih gelar juara.

Sedikit informasi, dalam ajang All England 2016 lalu, Indonesia tercatat hanya dapat meraih gelar juara dari satu nomor saja, yakni ganda campuran yang diwakili Praveen Jordan/Debby Susanto.

Kini, di All England 2017, Indonesia jelas memiliki harapan untuk bisa meraih gelar juara dari semua nomor, terutama tunggal putra. Bukan tanpa alasan, tunggal putra menjadi salah satu nomor yang diharapkan bisa meraih gelar juara. Pasalnya, sudah 23 tahun nomor tersebut tidak pernah mempersembahkan gelar juara di All England sejak terakhir kali dimenangkan oleh Heryanto Arbi.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebelumnya sudah merilis nama-nama yang mereka bawa ke ajang All England 2017. Mereka adalah Tommy Sugiarto, Sony Dwi Kuncoro, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa.

Perlu menjadi catatan, dalam turnamen tersebut Indonesia tidak mengirim pebulutangkis muda terbaiknya, yang kebetulan menempati peringkat teratas di Indonesia, Jonatan Christie.

Dari situ pun muncul pertanyaan, apakah di All England 2017 ini nomor tunggal putra Indonesia bisa menghentikan catatan buruk 23 tahun gagal juara? Lalu, siapakah sosok yang bisa diandalkan untuk meraih gelar juara?

Bila berdasarkan ranking, Indonesia bisa mengandalkan Tommy Sugiarto yang berada satu peringkat di bawah Jonatan. Selain itu, Tommy sendiri menjadi wakil Indonesia bersama Sony Dwi Kuncoro yang langsung menjajal babak pertama, tanpa perlu melewati tahap kualifikasi.

Apalagi sejak 2015 lalu, Tommy sempat meraih berbagai gelar juara seperti Russian Open 2015, Vietnam Open 2015, Indonesian Masters 2015, dan terbaru gelar juara Thailand Masters 2017.

Tommy jadi andalan Indonesia di nomor tunggal putra dalam ajang All England 2017.

Namun, langkah Tommy sendiri di All England 2017 akan menemui hadangan besar. Bagaimana tidak, ia akan menghadapi wakil China, Tian Houwei. Tercatat, sejak 2010 lalu, keduanya sudah bertemu sebanyak empat kali, dan dari total pertemuan tersebut Houwei unggul dengan tiga kemenangan.

Namun, bila berhasil melalui hadangan Houwei, Tommy bisa melakoni laga yang bisa dikatakan cukup muda pada babak kedua. Pasalnya, lawannya antara wakil China, Qiao Bin dan wakil India, Prany H.S, yang notabene keduanya berada di bawa peringkat Tommy.

Selain Tommy, Indonesia juga bisa mengandalkan Sony, yang bila dibandingkan dengan tiga wakil tunggal putra Indonesia lainnya memiliki keunggulan dari sektor pengalaman. Pasalnya, pria yang sudah berusia 32 tahun tersebut sudah beberapa kali tampil membela Tanah Air di berbagai level kompetisi.

Hebatnya, meski sudah berkepala tiga, suami Gading Safitri itu seperti masih belum kehilangan tajinya. Tidak percaya? Lihat saja performanya saat bermain di Singapore Open 2016. Saat itu Sony berhasil mengibarkan bendera Indonesia terbang tinggi di antara bendera lainnya.

Sony unggul dalam hal pengalaman dibandingkan tunggal putra Indonesia lainnya.

Padahal, saat itu, lawan-lawan yang dihadapi Sony bukanlah pebulutangkis gampangan. Di babak semifinal, dengan penuh kerja keras ia mampu menundukkan mantan pebulutangkis nomor satu dunia asal China, Lin Dan sebelum kemudian mengalahkan wakil Korea Selatan Son Wan-ho di partai final.

Entah kebetulan atau tidak, Sony pun berpeluang besar mengulang momen yang ia rasakan di final Singapore Open 2016. Pasalnya, di babak pertama All England 2017 ini, ia langsung berhadapan dengan Son Wan-ho. Sony sendiri diunggulkan dengan rekor tiga kali pertemuannya dengan Son sejak 2007 silam, yakni koleksi dua kemenangan.

Tidak tertinggal dari dua seniornya, Anthony Sinisuka Ginting berpeluang untuk meraih gelar juara. Pemuda berdarah Batak ini bahkan tercatat sebagai unggulan keempat di nomor tunggal putra, padahal saat ini usianya masih 20 tahun.

Anthony tercatat sebagai unggulan keempat dalam ajang All England 2017.

Bersama dengan Ihsan Maulana Mustofa, Anthony jelas bisa menjadi generasi emas bulutangkis Indonesia. Hanya saja, tanpa mengurangi rasa optimisme, peluang keduanya untuk bisa mengakhiri puasa gelar tunggal putra di All England masih sangat kecil.

Pengalaman keduanya yang masih minim, ditambah fakta mereka yang sebelumnya banyak tampil di turnamen-turnamen nasional dan internasional, kemungkinan membuat kondisi keduanya tidak terlalu fit.

Meski begitu, bukan tidak menutup kemungkinan justru keduanya dapat menghadirkan kejutan di negeri asal Wayne Rooney. Apalagi kejutan hebat tersebut pernah mereka buat saat keduanya ambil bagian dalam membuat Indonesia meraih gelar runner up Piala Thomas 2016 lalu.

Komentar