Dinyatakan Positif Gunakan Doping, PABBSI Jabar Layangkan Surat Sanggahan

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat menyayangkan dengan keputusan yang dikeluarkan Ketua Umum PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan terhadap tiga atlet andalannya yang dinyatakan positif menggunakan doping, Rabu (11/01/17). Menurutnya, Lebih baik status tersebut diganti menjadi 'terindikasi'.
Rabu, 11 Januari 2017 20:25 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Yohanes Ishak
© INTERNET
PABBSI. Copyright: © INTERNET
PABBSI.

Komisi Teknis Pengprov PABBSI Jabar, Heli mengatakan perlu banyak pertimbangan dan tahapan yang harus dilalui untuk memberikan status kepada tiga atletnya, seperti Roni Romero peraih medali emas di nomor light flyweight -55 kg, Zainal peraih medali perak di nomor light heavyweight +85 kg, dan Iman Setiaman peraih medali emas di nomor bantamweight above -65 kg yang sebelumnya dinyatakan positif menggunakan doping.

"PB PON dalam hal ini Gubernur Jabar menyatakan positif konsumsi doping. Jelas saya membantahnya. Untuk mengatakan positif itu perlu beberapa tahapan. Kalau masih bilang terindikasi itu sih enggak apa-apa," ujar Heli di Sekretariat KONI Jabar, Pajajaran Bandung, Rabu (11/01/17).

Tahapan tersebut, dikatakan Heli dengan membuka sampel B yang hingga saat ini belum secara resmi dibuka. Setelah itu masuk kepada investigasi atau penyidikan terhadap yang terindikasi dan jika masih bersengketa maka ditengahi BAORI.


Komisi Teknis Pengprov PABBSI Jabar, Heli, menunjukkan surat sanggahan terhadap PB PON Jabar.

"Harusnya tahapan itu dilaksanakan baru ada putusan, tapi kami menyayangkan, keputusan itu langsung tersebar luas di media yang menyatakan positif doping. Ini akan mengundang opini publik yang buruk. Bukan hanya kepada atlet, atau organisasi PABBSI, tapi juga nama Jawa Barat," keluhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku belum mengetahui kandungan zat yang digunakan tiga atletnya itu. Sebab hingga saat ini PABBSI Jabar belum menerima dokumen hasil tes yang bersangkutan.

"Kami sendiri belum menerima itu, bahkan saya konfirmasi ke KONI sekalipun belum mendapatkan dokumen tersebut. Sebagai gambaran, saat Porda Bekasi saja saya bisa menerima dokumen hasil tes sebagai dasar. Tapi kenapa sekelas Nasional, kami tidak menerima salinan itu? Saya dapat print out keputusan positif doping saja dari WhatsApp yang diterima atlet dari PB PON," ungkapnya.

Untuk sementara ini, maka Heli akan memberikan surat bantahan sesuai dengan prosedur.

"Sanggahan ini tidak main-main karena saya langsung tembuskan juga kepada Kemenpora, KONI Pusat, PB PABBSI dan juga KONI Jabar," tutupnya.