Diprotes Keras, Ini Respon PSSI Soal Pro Kontra Pembatasan Usia di ISL dan Divisi Utama

Kongres Tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Bandung beberapa waktu lalu memutuskan peraturan pembatasan usia pemain di Liga Super Indonesia (LSI) dan Divisi Utama. Mendapat kritikan dan protes keras dari klub dan pemain, PSSI memberikan penjelasannya, Rabu (11/01/17).
Rabu, 11 Januari 2017 12:35 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Ramadhan
© INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Joko Driyono Copyright: © INDOSPORT/ Ratno Prasetyo
Joko Driyono

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyebut jika regulasi pembatasan usia pemain untuk ISL dan Divisi Utama belum sepenuhnya final. PSSI pun masih membuka dialog dan hasilnya akan selesai dan diputuskan dalam waktu dekat.

“Seperti ISL, PSSI terbuka dialog tentang rancangan regulasi baru. Insya Allah dalam 1-2 minggu ini done di forum PSSI-Clubs Meeting,” ujar Joko Driyono kepada INDOSPORT.

“Teoritis begitu (regulasi pembatasan usia pemain belum final). Exco telah melakukan diskusi panjang tentang kebijakan ini. Sekarang masuk di tahap yang sangat penting, yaitu sosialisasi,” tambahnya.

Suasana Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aryaduta, Kota Bandung.

Kongres Tahunan PSSI di Bandung lalu memutuskan beberapa rancangan regulasi baru, salah satunya mengenai pembatasan usia pemain. Di kancah ISL, klub hanya boleh menggunakan dua orang pemain yang berusia di atas 35 tahun.

Klub-klub ISL juga diharuskan mengontrak 5 pemain berusia di bawah 23 tahun dan 3 orang pemain di antaranya harus dipasang sebagai starter utama.

Sementarara di pentas Divisi Utama, pemain yang bergabung di klub dibatasi usianya maksimal 25 tahun. Klub hanya boleh mengontrak 5 pemain berusia di atas 25 tahun.