Rumah Sakit Milik Kemenpora Bantah Mintai Hapidin Rp15 Juta untuk Perawatan

  • Kasus cedera top skorer Divisi Utama Liga Indonesia, Hapidin, mengemuka dalam beberapa waktu terakhir.
  • Meski telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), namun Hapidin mengeluhkan jika ia dimintai biaya sebesar Rp15 juta.

Rabu, 8 Maret 2017 18:57 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Ramadhan
facebook
Hapidin Copyright: facebook
Hapidin

Pihak Kemenpora pun memberikan tanggapannya terkait curahan hati pemain berusia 26 tahun tersebut mengenai biaya perawatan yang mencapai Rp15 juta yang tak bisa dipenuhinya. Sebelumnya, Hapidin sempat memposting sebuah tulisan di akun Facebook-nya mengenai biaya Rp10 juta yang harus dikeluarkannya.

"Sudah beberapa hari berada di rs kemenpora, tapi belum ada penanganan lebih lanjut. Diharuskan menjalani operasi lagi tetapi harus pakai biaya sendiri buat beli alatnya menghabiskan sekitar sampe 15jt," ujar Hapidin di akun Instagram pribadinya yang kemudian postingan tersebut dihapus.

Menanggapi hal tersebut, Humas RSON, Dr Sri Maryani, menyebut jika biaya perawatan Hapidin setelah dirujuk ke RSON ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kemenpora. Beberapa tahapan pengobatan telah diberikan oleh Kemenpora untuk penyembuhan cedera juga telah diberikan

“Mengenai biaya perawatan Atlet Hapidin,  Kemenpora telah meng-cover semua biaya yang dibutuhkan. Perawatan yang telah kami lakukan di RSON Kemenpora berupa tindakan pemeriksaan fisik awal, ronsen, MRI, pemeriksaan kekuatan tulang serta pemeriksaan penunjang lainnya,” ujar wanita yang akrab disapa Dokter Eni tersebut kepada INDOSPORT.

Hapidin saat menjadi topskorer Divisi Utama 2014.

“Untuk penatalaksanaan selanjutnya direncanakan tindakan operasi. Untuk tindakan itu, kami masih menunggu hasil pemeriksaan penunjang terkait adanya penyakit ikutan lainnya, sebelum operasi dapat dilaksanakan,” tambahnya.

Pernyataan pihak RSON Kemenpora tersebut sekaligus membantah postingan Hapidin di akun Facebook miliknya mengenai biaya Rp15 juta yang dibebankan kepadanya. Hapidin sendiri merupakan pemain asal klub Persibat Batang yang sempat akan menjual sepatu emas yang diperolehnya saat menjadi top skor Divisi Utama 2014 silam.

Hapidin sendiri mendapatkan cedera tersebut saat berlaga di turnamen tarkam ketika PSSI dibekukan oleh pemerintah dan FIFA.

Komentar