Liga 1 Indonesia

Borneo FC Dapat Sanksi Berat dari Komdis PSSI

  • Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, secara resmi menjatuhkan sanksi untuk Borneo FC setelah insiden yang terjadi usai pertandingan menghadapi Bali United, di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (11/09/17) lalu.
  • Setelah dipastikan batal menjamu Persib di Lanjutan Liga 1 Sabtu (15/09/17) mendatang, klub berjuluk Pesut Etam itu juga mendapat hukuman lainnya.
Kamis, 14 September 2017 15:08 WIB
Penulis: Lanjar Wiratri | Editor: Rizky Pratama Putra
Pusamania Borneo vs Sriwijaya FC

Dilansir dari laman Liga-Indonesia, Sidang Komdis PSSI yang diketuai Asep Edwin Firdaus mengganjar  Borneo FC dengan larangan menggelar laga kandang sebanyak empat laga.

Empat laga kandang lawan Persib Bandung pada 16 September 2017, Persiba Balikpapan pada 25 September 2017, PSM Makassar pada 8 Oktober 2017, dan Persela Lamongan pada 19 Oktober 2017 harus digelar di stadion yang berada 100 km di luar Kota Samarinda.

Tak hanya itu, 4 laga tersebut pun digelar tanpa penonton, kecuali perangkat pertandingan, tim kesehatan, tim keamanan, dan wartawan. Jika terbukti 4 laga itu disaksikan penonton, dalam keputusan Komdis PSSI nomor 088/L1/KD-PSSI/IX/2017 maka laga tersebut akan dinyatakan sebagai laga persahabatan.

Pengulangan terhadap pelanggaran disiplin tersebut berdampak pada sanksi disiplin yang lebih berat. Namun, dalam surat keputusannya Borneo FC dapat mengajukan banding terhadap keputusan Komdis PSSI tersebut.

Skuat Borneo FC. Copyright: Instagram/borneofc.idSkuat Borneo FC.

Sanksi berat itu sendiri didasarkan pada insiden yang terjadi usai laga melawan Bali United. Insiden yang dimaksud melibatkan Presiden Klub Pusamania Borneo FC Nabil Husein dan seseorang yang tidak teridentifikasi terbukti terlibat insiden dengan perangkat pertandingan (wasit) dan LO Wasit.

Sanksi yang harus diterima tentunya cukup merugikan tim Borneo FC. Laga menjamu Persib di Stadion Segiri akhir pekan ini terpaksa dibatalkan dan menanti keputusan penjadwalan ulang oleh pihak PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator.