Indra Sjafri Komentari Meredupnya Karier Muchlis Hadi Cs

  • Banyak mantan anak asuh Indra Sjafri yang kariernya tidak secemerlang saat di Timnas U-19.
  • Indra Sjafri menilai ada yang salah dari yakni kurangnya menit bermain bagi eks anak asuhnya.
Kamis, 19 Oktober 2017 15:43 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Yohanes Ishak
© Petrus Manus Da'Yerimon/Indosport.com
Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Indra Sjafri. Copyright: © Petrus Manus Da'Yerimon/Indosport.com
Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Indra Sjafri.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri terkenal melahirkan pemain muda berbakat. Beberapa nama potensial seperti Evan Dimas, Ilham Udin, M. Hargianto dan masih banyak lainnya menjelma menjadi andalan klubnya masing-masing usai dipoles pelatih 54 tahun itu.

Akan tetapi, ada juga beberapa nama yang secara perlahan menghilang meski bermain di klub besar Indonesia. Mereka adalah Maldini Pali, Muchlis Hadi, Ravi Murdianto, dan masih banyak lagi.

Hal itu rupanya mendapat sorotan dari Indra Sjafri. Ia menilai ada peran pelatih dibalik meredupnya karier anak asuhnya yang di 2013 selalu menjadi pilihan utama di Timnas U-19.

Caption Copyright: Timnas Indonesia U-19.

Hal utama yang jadi penyebab adalah kurangnya jam terbang yang didapatkan oleh jebolan Skuat Garuda Nusantara itu. 

"Muchlis Hadi dan lainya tidak ada kesempatan buat main jadi hilang dia sekarang, hampir seratus persen mereka yang sama saya di 2013 itu main di Liga 1, tetapi masalahnya pelatih berani memainkan mereka atau tidak?" ucap Indra Sjafri.

"Yabes Roni, Miftahul Hamdi, Ricky Fajrin mereka itu dulu cuma cadangan, jadi pelapis, nomor dua di Timnas U-19. Tetapi di Bali United saya selalu kasih kesempatan dan sekarang hasilnya mereka selalu menjadi pilihan untuk ke Timnas," sambungnya.

Muchlis Hadi Ning Copyright: InternetMuchlis Hadi Ning, mantan pemain Timnas Indonesia U-19.

Di sisi lain, Indra Sjafri juga mengkritisi tentang pembinaan pemain muda. Mantan pelatih Bali United itu menegaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengembakan talenta muda yang nantinya berujung pada prestasi Timnas.

"Jadi kalau mau Timnas senior kuat, maka pembinaan harga mati. Kemudian pelatih berkualitas, sarana prasarana baru selanjutnya kompetisi dan berujung pada taletn scouting untuk ke Timnas," tutupnya.