Bos PSM Makassar Tanggapi Isu Settingan Liga 1
INDOSPORT.COM - Menjelang berakhirnya kompetisi Liga 1 musim 2018 muncul isu soal juara settingan. Bos PSM Makassar, Munafri Arifuddin, tak menampik perihal adanya isu miring tersebut. Namun bagi Appi sapaan akrabnya, pihak PSM Makassar akan terus berusaha menjaga timnya dari permainan kotor tersebut.
"Settingan itu mungkin digelontorkan oleh sebagian orang yang mau melihat liga berjalan tidak baik. Mau disetting atau tidak, kita main fokus saja. Bermain dengan baik sesuai aturan yang ada," ujar Appi beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Appi meminta agar semua pihak tetap berkompetisi secara sehat demi perkembangan sepak bola nasional.
"Liga ini justru harusnya diperbaiki dan kita harus keluar dari upaya orang-orang yang mendeskreditkan liga ini," lanjutnya.
Di jagad media sosial isu soal juara settingan kerap menjadi bahan saling ejek antar suporter. Tak sedikit orang yang meyakini bahwa juara kasta tertinggi sepak bola Tanah Air sudah ditentukan sejak awal.
Namun bagi Appi, isu itu jangan sampai mengganggu konsentrasi timmya yang saat ini sudah semakin dekat dengan trofi Liga Indonesia 2018. Appi juga tak mau terlalu berpikir negatif dengan semua pihak penyelanggara kompetisi.
"Hampir seluruh laga live, dikontrol dan dilihat oleh PSSI. Kita tidak usah berpikir negatif lah, kita positif saja. Bahwa kita harus mengarungi liga ini dengan keadaan apa yang ada. Kita jangan larut dalam proses-proses yang membuat konsentrasi kita pecah," bebernya.
1. Diminta Profesional
Adapun hal yang sempat membuat Appi geram adalah saat Rizky Pellu mendapat sanksi secara mendadak. Tepatnya satu hari menjelang kick off PSM Makassar vs Persipura Jayapura, Sabtu (03/11/18).
Terkait hal itu, ia meminta agar pihak penyelanggara bersikap profesional. Sebab, keputusan mendadak itu bukan hanya sekali terjadi bagi PSM Makassar. Sebelumnya ada juga kasus serupa di mana satu jam sebelum kick off, kiper PSM Makassar, Imaf Arief Fadillah, mendadak dilarang bertanding.
"Saya kalau ada hal yang dianggap mengganjal, yah saya sampaikan. Contoh, saya protes kepada PSSI soal surat sanksi. Sebab surat baru datang setelah MCM (Match Coordination Meeting) selesai. Ini sama dengan kasus Imam sebelummya," pungkasnya.
"Nah ini yang harus diperbaiki. Tidak boleh seperti ini. Kita sudah pakem, sudah ada strategi tiba-tiba dikena sanksi. Tidak bisa begitu," tegasnya.
Terus Ikuti Perkembangan Sepak Bola Seputar Liga 1 Hanya di INDOSPORT.COM.