x

Momen Meninggalnya Choirul Huda, Legenda One Man One Club Persela

Sabtu, 30 Mei 2020 15:47 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Ivan Reinhard Manurung
Mengenang salah satu momen haru di Liga Indonesia, meninggalnya Choirul Huda sebagai legenda One Man One Club Persela Lamongan.

INDOSPORT.COM - Mengenang salah satu momen haru Liga Indonesia, meninggalnya Choirul Huda sebagai legenda One Man One Club Persela Lamongan.

Indonesia sebagai salah satu negara pecinta sepak bola terbesar di dunia, mempunyai banyak klub-klub sepak bola papan atas yang digemari seluruh lapisan masyarakat. Bahkan para pemainnya pun sudah ada yang dikenal dunia. 

Salah satu klub yang cukup disegani adalah Persela Lamongan. Sepanjang sejarah berdiri nya, tim asal jawa Timur itu banyak dihuni pemain tangguh yang salah satunya adalah Choirul Huda.

Baca Juga
Baca Juga

Pria kelahiran Lamongan 2 Juni 1979 tersebut, merupakan penjaga gawang andalan skuad Laskar Joko Tingkir sejak tahun 1999 silam. 

Bahkan berkat kemampuannya yang mumpuni, Huda pernah mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia pada tahun 2013.

Namun tidak ada yang menduga, bahwa pada 15 Oktober 2017 lalu kiper sekaligus kapten Persela ini harus meregang nyawa di tengah rumput hijau. 

Tepatnya saat Persela menghadapi Semen Padang di laga lanjutan Liga 1 2017. Huda mengalami nasib nahas karena benturan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues dan juga penyerang Semen Padang FC, Marcel Sacramento.

Kejadian terjadi saat akhir-akhir babak pertama, tepatnya menit ke 44'. Kala itu, Semen Padang tengah mengadakan serangan balik terhadap Persela dan berusaha memberi umpan lambung kepada Marcel Sacramento. 

Namun Marcel yang berdiri sendiri dipepet oleh Ramon saat berada tepat di mulut gawang Choirul Huda. Saat hendak menyelamatkan gawangnya, Huda justru bertabrakan dengan kaki dari Ramon Rodrigues.

Pada awalnya, Huda hanya memegang mulutnya dengan tangan kiri yang masih dibalut sarung tangan. Namun saat tim medis datang, ia langsung diangkat ke atas tandu dan mulai kehilangan kesadaran. 

Kepanikan terjadi di tengah lapangan tersebut, hingga Huda dibawa ke RSUD Dr.Soegiri Lamongan untuk penanganan lebih lanjut.

Sesaat setelah kapten Persela ini meregang nyawa, pihak Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr.Soegiri Lamongan mulai memberikan penjelasan mengenai dugaan kematiannya.

Menurut pihak rumah sakit, Huda meninggal karena mengalami trauma benturan saat hendak menyelamatkan gawangnya. Hal tersebut membuat jantung dan nafasnya berhenti, meskipun masih ada sedikit respon. Kemudian tidak lama, kondisi kiper senior tersebut langsung menurun secara drastis.

Baca Juga
Baca Juga

Choirul Huda meninggal pada usia 38 tahun, dan menjadi salah satu pemain paling loyal di Liga Indonesia. Tercatat dirinya sudah 16 tahun membela Persela tanpa pernah berganti klub. 

Bersama Laskar Joko Tingkir, ia pernah meraih satu trofi Liga Indonesia Second Division tahun 2001 serta lima kali juara Piala Gubernur Jatim pada tahun 2003, 2007, 2009, 2010, dan 2012.

Persela LamonganChoirul HudaLiga IndonesiaLiga 1profilBola IndonesiaBerita Liga 1

Berita Terkini