x

Iran Salahkan Media Saudi Atas Kekalahan Telak Ketika Melawan Inggris di Piala Dunia 2022

Kamis, 24 November 2022 17:29 WIB
Penulis: Lukman Hadi Subroto | Editor: Isman Fadil
Tim Nasional Iran ketika menjalani pertandingan persahabatan melawan Nikaragua di Azadi Stadium, Teheran. REUTERS/Majid Asgaripour/WANA

INDOSPORT.COM - Media Iran memberitakan bahwa kekalahan negaranya 6-2 atas Inggris di Piala Dunia 2022 disebabkan oleh media Arab Saudi dan Israel yang memberitakan hal negatif.

Selain itu, kekalahan telak atas Inggris dalam partai pembuka Piala Dunia 2022 diakibatkan oleh para pemain yang menghadapi tekanan protes nasional selama dua bulan.

Adapun gelombang demonstrasi nasional melanda Iran sejak kematian wanita bernama Mahsa Amini yang tertangkap karena melanggar aturan berpakaian ketat di negara tersebut.

Pihak berwenang mengecam aksi protes sebagai 'kerusuhan' dan ribuan orang diklaim telah ditangkap karena dianggap sebagai biang kerusuhan di Iran.

Pada saat pertandingan melawan Inggris dalam laga pembuka Grup B senin lalu, tim Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaannya sebagai bentuk dukungan atas protes yang berlangsung.

Baca Juga

Harian ultra-konservatif, Javan mengatakan bahwa timnas Iran 'berada di bawah tekanan media yang intens bahkan sebelum pertandingan melawan Inggris dimulai'.

“Tekanan-tekanan ini menempatkan Iran pada posisi yang sama sekali tidak seimbang melawan Inggris,” kata Javan.

Baca Juga

Selain itu, surat kabar reformis Shargh menyarankan pemerintah untuk membatasi penggunaan internet sebagai cara untuk membendung gerakan protes.

Bahkan surat kabar Kayhan menuduh media yang berafiliasi dengan rezim Zionis (Israel dan Arab Suadi telah melancarkan perang psikologis dan mengatakan mereka sebagai pengecut.

Mereka juga memberitakan terkait kedua pemain timnas Iran yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan meski negaranya berhasil mencetak 2 gol melawan Inggris.

Baca Juga

1. Terancam Penjara

Pemain Iran, Sardar Azmoun, ketika bertanding melawan China pada pertandingan Piala Asia di Mohammed bin Zayed Stadium, Abu Dhabi. REUTERS/Suhaib Salem

Surat kabar kota Teheran mengatakan bahwa Piala Dunia 2022 bagi Iran belumlah berakhir, dua pertandingan berikutnya bisa saja mengubah situasi.

Ada juga yang menyebut bahwa para penggemar timnas Iran terjadi pepecahan, ada yang senang karena kekalahan Iran dan ada juga yang tetap mendukungnya.

Iran sendiri akan bermain melawan Wales dalam lanjutan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Wales pada hari Jumat, sebelum menghadapi Amerika Serikat pada 29 November.

Selain itu, pemain Timnas Iran berpotensi untuk dijebloskan penjara oleh rezim negaranya usai gelaran Piala Dunia 2022.

Mahsa Amini merupakan remaja Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal setelah ditahan oleh polisi moral karena tak menuruti aturan penguasa dengan mengenakan hijab.

Baca Juga

Berbagai protes serta unjuk rasa digaungkan di berbagai tempat. Salah satunya pada gelaran Piala Dunia 2022, banyak aksi protes yang dilakukan baik dari penggemar maupun pemain.

Timnas Iran menuai sorotan setelah melakukan aksi solidaritas dengan tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat laga melawan Inggris, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Akibat dari aksi ini, penggawa timnas Iran berpotensi untuk ditangkap polisi negara setempat, usai menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan pada ajang bergengsi itu.

Melansir akun Twitter dari seorang jurnalis Inggris yakni Jonathan Swain mengabarkan penggemar Iran mencemooh lagu kebangsaan Iran.

Selain itu, New York Times turut mengabarkan bahwa penggemar Iran melakukan aksi protes di dalam Stadion Internasional Khalifa dengan menuliskan beberapa kata untuk kebebasan masyarakatnya.

Baca Juga

Sumber: Time of Israel

InggrisIranPiala Dunia 2022

Berita Terkini