x

Host Piala Dunia U-20 tapi Nasib Liga 1 U-20 Tak Jelas, Klub Bikin Event Sendiri

Selasa, 31 Januari 2023 19:17 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Prio Hari Kristanto
Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tak membuat nasib Liga 1 U-20 menjadi mulus.

INDOSPORT.COM - Status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tak membuat nasib Liga 1 U-20 menjadi mulus. Justru klub-klub Liga 1 berinisiatif membuat acara sendiri untuk menempa bakat muda.

Liga 1 U-20 sejatinya menjadi kewajiban PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator, setelah PSSI menyelenggarakan Elite Pro Academy (EPA) U-14, U-16 dan U-18.

Liga 1 U-20 diharapkan menjadi wadah untuk memberi para pemain muda menit bermain, lantaran tak banyak tempat yang bakal diberikan tim senior di Liga 1 2022/2023.

Namun, setelah EPA U-14, U-16 dan U-18 rampung, Liga 1 U-20 justru tak jelas nasibnya. Bahkan, ada banyak pihak yang pesimis Liga 1 U-20 bakal digelar.

Untung saja, ketidakjelasan Liga 1 U-20 tak membuat klub-klub lesu membina para pemainnya. Beberapa klub malah membuat acara sendiri agar para pemain tak sekadar latihan saja.

Baca Juga

Baru-baru ini, dua klub bertetangga, PSS Sleman dan Persis Solo menggelar festival sepak bola usia muda. Ajang ini berlangsung di Lapangan Macanan, Sleman, Sabtu (28/01/23).

Dalam satu hari sejak pagi hari, kedua tim menandingkan tim dari usia 14 tahun, 16 tahun, 18 tahun dan 20 tahun.

Baca Juga

Hasilnya, Persis Solo memenangkan tiga kelompok usia. Persis U-14 menang 2-1, Persis U-18 menang 6-2 dan Persis U-20 menang 5-1. Sementara pada kelompok usia 16 tahun, PSS Sleman menang 1-0.

Terkait kegiatan ini, Pelatih Persis U-20, Andri Ramawi, mengatakan festival usia muda ini menjadi pilihan ketika Liga 1 U-20 masih belum jelas.

"Timeline program dari tim akademi sudah jelas. Setiap bulan ada festival (pertandingan), targetnya itu dulu. Minimal dalam satu bulan ada dua kali, sisanya game internal," kata Andri Ramawi.

Baca Juga

1. Evaluasi PSS Sleman U-20

Logo PSS Sleman.

Dari laga melawan PSS Sleman, Andri mencatat sejumlah evaluasi. Dari 30 pemain yang dibawa, Andri sengaja tak membagi menit bermain secara merata.

"Memang ada pemain yang menit bermain sedikit, karena kita juga perlu hasil, bukan hanya menit bermain. Tujuan kita mengejar hasil (akhir) juga agar tetap kompetitif. Pemain dengan menit yang masih sedikit bisa termotivasi mengejar yang menit bermainnya banyak," ujarnya.

Setelah menghadapi PSS U-20, Wahyu Agong dkk. menjajal kekuatan tim senior Persis Solo. Tim senior diperkuat para pemain yang tidak tampil atau bermain tidak penuh saat melawan Persita Tangerang di Liga 1, Sabtu (28/01/23).

Dalam laga itu di Stadion UNS, Senin (30/01/23), Persis U-20 meraih kemenangan. Meski begitu, Andri Ramawi tak menjadikan itu sebagai sebuah pencapaian besar.

"Kalau dibilang puas ya belum, prosesnya masih jauh, apalagi kita ingin tim inti dan cadangan harus sama (kualitasnya)," ucap eks asisten pelatih Persipura Jayapura ini.

Baca Juga

Sementara itu, pelatih PSS U-20, Muhammad Nur Huda, mengatakan agenda melawan Persis Solo menjadi salah satu ajang memberi menit bermain.

Dalam laga ini, PSS sebenarnya bisa mengimbangi. Namun konsentrasi tim terganggu akibat gesekan antarpemain yang sempat membuat dua pemain utama keluar lapangan.

Baca Juga

"Evaluasinya soal emosi. Masih belum bisa mengendalikan emosi. Setiap ada kejadian pasti emosinya dikeluarkan, akhirnya mengganggu dalam bertanding," ungkap Nur Huda.

Sebelum melakoni laga ini, PSS U-20 sempat menggelar uji coba melawan tim PS Wedomartani pada Desember 2022 dan PPLP Jawa Tengah pada akhir November 2022.

Kegiatan ini terus digelar sebagai bagian dari pembinaan pemain untuk diorbitkan ke tim senior PSS Sleman, lantaran Liga 1 U-20 tak berjalan karena PT LIB tak sanggupi. Ada beberapa nama yang kini jadi bagian tim senior, seperti Arlan Agma Dinata, Dimas Fani hingga Ifan Nanda.

Baca Juga
PSS SlemanPiala Dunia U-20Liga IndonesiaPT Liga Indonesia Baru (PT LIB)Liga 1 U-20

Berita Terkini