x

Polda DIY Restui Laga Bali United vs Persebaya di Stadion Maguwoharjo,

Kamis, 16 Februari 2023 11:30 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Prio Hari Kristanto
Bali United bisa bernapas lega karena partai pekan ke-25 Liga 1 2022/2023 melawan Persebaya Surabaya tak tertunda. (Foto: Bali United for Media)

INDOSPORT.COM - Bali United bisa bernapas lega karena partai pekan ke-25 Liga 1 2022/2023 melawan Persebaya Surabaya tak tertunda. Pertemuan tim papan atas ini berlangsung tanpa penonton di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (18/2/23).

Sempat ada kekhawatiran bahwa laga melawan Persebaya bakal ditunda. Hal ini berkaca pada laga pekan ke-23 antara PSIS melawan Persebaya di Stadion Jatidiri yang ditunda karena masalah izin keamanan.

Situasi berbeda bisa didapat Bali United. Meski statusnya merupakan "pengungsi", Polda DIY memberikan izin laga melawan Persebaya tetap digelar di Stadion Maguwoharjo.

Hal ini ditegaskan Wakapolda DIY Brigjen Pol R. Slamet Santoso saat menghadiri jumpa pers Proliga 2023 di Hotel Grand Keisha, Condongcatur, Rabu (15/2/23).

Pada dasarnya Polda DIY memberikan restu event olahraga bisa berlangsung di wilayahnya, termasuk pertandingan Liga 1.

Baca Juga

"Soal izin, tetap kita sepakat untuk pengamanan sepak bola, hanya DIY yang berkenan memberikan mereka (izin), namun tetap tanpa penonton ya," kata Brigjen Pol R. Slamet Santoso usai acara.

Laga ini berstatus tanpa penonton bukan karena Bali United akan melawan Persebaya. Sejak awal audiensi dengan Polda DIY, Bali United memang sepakat bahwa seluruh laga di wilayah DIY digelar tanpa penonton.

Baca Juga

Wakapolda menuturkan, pola pengamanan yang akan dilakukan Polda DIY tetap sama seperti pertandingan-pertandingan lain, sesuai Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

"Pola pengamanan, baik itu pengamanan terhadap event, sepak bola, voli, futsal dan sebagainya, kita sudah ada polanya dan itu yang kita tetapkan," ujar Wakapolda.

"Pola itu mulai dari rumah sakit rujukan, jalur-jalur, tempat penginapan tim lawan dan tim kawan (tuan rumah), sudah kita amankan semua," lanjutnya.

Baca Juga

1. Antisipasi Bonek Liar

Selebrasi para pemain Bali United merayakan gol Privat Mbarga.

Polda DIY sudah melakukan komunikasi dengan Persebaya Surabaya. Wakapolda meminta Persebaya bisa mengkoordinir suporternya untuk tak datang ke wilayah DIY.

Komunikasi ini merupakan bentuk antisipasi agar oknum-oknum suporter Persebaya tak nekat datang, seperti halnya yang terjadi di Semarang, beberapa waktu lalu.

Puluhan oknum diduga suporter Persebaya yang kerap disebut dengan istilah "Bonek Liar" mengamuk di Semarang. Satu orang warga dikeroyok tanpa alasan yang jelas di wilayah Kaligawe, Rabu (8/2/23) lalu.

"Mudah-mudahan, untuk di sini, sudah kita antisipasi jauh-jauh hari, kita komunikasikan dengan pihak Persebaya untuk tidak mendatangkan Boneknya," jelas Wakapolda.

Pola komunikasi antara Polda DIY dengan klub Liga 1 ini juga sudah dilakukan ketika Arema FC dan Persis Solo bertanding di wilayah DIY.

Baca Juga

Suporter dari Arema FC dan Persis Solo taat aturan dengan tak mendatangi Stadion Maguwoharjo Sleman. Wakapolda berharap hal sama juga dilakukan suporter Persebaya.

"(Komunikasi) ini sama seperti beberapa pertandingan kemarin, saat Persis Solo dan Arema, Alhamdulillah, apabila dikomunikasikan dengan baik, juga akan berjalan dengan baik," papar Wakapolda.

Baca Juga

Di luar suporter Persebaya, selama ini para suporter Bali United cukup patuh untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan Polda DIY.

Meski ada banyak warga Bali yang tinggal di DIY, mereka tetap patuh pada aturan untuk tak ke stadion, termasuk mengantar kepulangan tim menuju penginapan.

Hal itulah yang membuat Polda DIY dengan tangan terbuka terus menerima kehadiran Bali United untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2022/2023 dimulai dari melawan Persebaya.

Baca Juga
Persebaya SurabayaStadion MaguwoharjoBali UnitedLiga IndonesiaBali United FCLiga 1Berita Liga 1

Berita Terkini