x

Chelsea Gelar Pertemuan Darurat dengan Graham Potter, Tanda-tanda Bakal Dipecat?

Kamis, 23 Februari 2023 02:20 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Ekspresi kecewa Graham Potter di laga Manchester City vs Chelsea (10/11/22). (Foto: REUTERS/Craig Brough)

INDOSPORT.COM – Raksasa Liga Inggris (Premier League), Chelsea, melakukan pertemuan darurat dengan sang pelatih, Graham Potter. Akankah ini menjadi pertanda pemecatan?

Dilaporkan oleh Evening Standard, pertemuan darurat ini diinisiasi oleh jajaran manajemen Chelsea, tanpa dihadiri sang pemilik, yakni Todd Boehly dan Behdad Eghbali.

Meski tak dihadiri sang pemilik, pertemuan ini sendiri dilaksanakan karena adanya dukungan dari kedua pimpinan tertinggi klub asal London tersebut.

Dalam pertemuan di Cobham, markas Chelsea, Graham Potter dan stafnya bertemu dengan Christopher Vivell selaku Direktur Teknik tim berjuluk The Blues itu.

Alih-alih membahas soal pemecatan pelatih berusia 47 tahun itu, pertemuan ini disebut-sebut pertemuan untuk membahas strategi tim baik di lapangan maupun luar lapangan.

Baca Juga

Sehingga, pemecatan Graham Potter pun tak akan terjadi dalam waktu dekat, karena adanya dukungan dari pemilik hingga manajemen Chelsea.

Lebih lanjut, pertemuan ini juga membahas strategi soal kinerja tim agar bisa kembali ke trek positif, setelah hancur lebih sepanjang tahun 2023 ini.

Baca Juga

Dalam pertemuan itu pula, manajemen Chelsea sebagai wakil dari sang pemilik, bertanya-tanya soal rencana eks pelatih Brighton itu untuk mengubah catatan buruk di tahun 2023 ini.

Sehingga, hasil pertemuan ini nantinya akan jadi pertimbangan bagi manajemen Chelsea terkait kinerja Graham Potter pada musim panas nanti.

Jika hingga akhir musim Chelsea tak kunjung menunjukkan perubahan signifikan dan rencana Graham Potter dalam pertemuan ini gagal, maka ada kemungkinan dirinya dilengserkan dari kursi kepelatihan.

Baca Juga

1. Chelsea Tengah Anjlok

Graham Potter, pelatih Chelsea. Foto: REUTERS/Matthew Childs

Graham Potter memang tengah menjadi sorotan seiring kiprah buruk Chelsea pasca Piala Dunia 2022 dan sejak awal tahun 2023 ini.

Dalam 10 pertandingan terakhir di berbagai ajang yang telah dimainkan, Chelsea tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan saja.

Bahkan Chelsea harus mendapati titik terendah dalam kiprah klub sejak 2015/16 kala dihajar tim juru kunci, Southampton di Liga Inggris.

Karena rentetan hasil buruk itu, pendukung maupun beberapa pihak mendesak Chelsea untuk memecat Graham Potter sesegera mungkin.

Salah satunya adalah mantan pemain sekaligus pandit, Gabriel Agbonlahor, yang menyebutkan bahwa Graham Potter seharusnya sudah dipecat usai kalah dari Southampton.

Baca Juga

Terlebih lagi, Graham Potter memberikan konferensi pers yang buruk pasca laga dengan alasan-alasan yang terbilang tak masuk akal.

“Dia (Graham Potter) seharusnya dipecat karena konferensi pers pasca laga. Apa yang Anda katakan? Mereka (Southampton) tak punya pelatih, dan Anda melawan tim yang sulit meraih kemenangan,” ujar Agbonlahor.

Baca Juga

Jika Chelsea memilih memecat Graham Potter, maka The Blues bisa saja harus mengeluarkan bayaran mahal untuk melengserkannya.

Sebab, Graham Potter dan stafnya mengantongi bayaran 12 juta poundsterling (Rp220 miliar) per tahunnya usai meneken kontrak di Chelsea.

Jika memecatnya saat ini, Chelsea mau tak mau harus membayar sisa upahnya sebesar 60 juta poundsterling (Rp1,1 triliun) karena kontraknya hingga 2027.

Sumber: Evening Standard

Baca Juga
ChelseaLiga Primer InggrisLiga InggrisBerita Liga InggrisOne FootballGraham Potter

Berita Terkini