Wow, Bon Jovi Pernah Punya Klub Olahraga Sendiri
Pada bulan september mendatang, band rock kenaamaan asal Amerika akan mengadakan konser di Jakarta. Band yang terkenal dengan lagu "It's My Live" ini ternyata dulu sempat memiliki klub olahraga football Amerika, Philadelphia Soul. Klub ini didirkan vokalisnya, John Francis Bongiovi bersama rekan sejak tahun 2004 hingga tahun 2008. Namun klub ini akhirnya di jual.
Nama Soul sendiri diambil dari genre musik Philadelphia, mengingat pemiliknya adalah Jon yang merupakan seorang musisi. Setelah pembelian klub Philadelphia pada tahun 2004 ini, pada tahun 2006 ia mendirikan Philadelphia Soul Charitable Foundation yang bertujuan untuk membawa perubahan positif dan menolong orang-orang yang membutuhkan.
Sejak awal pembentukan badan amal miliknya yang non profit dengan nama Philadelphia Soul Charitable Foundation (2006) yang juga terintegrasi dengan klub football yang dulu pernah ia miliki Philadelphia Soul, para pemain, pelatih dan staf bekerja untuk amal, mereka menyadari perannya untuk membuat perubahan positif di area ini.
Pada tahun 2008 Tim Philadelphia berganti kepemilikan karena Jon sedang fokus dengan tur musiknya. Tetapi Bon Jovi sendiri masih terus aktif memberikan dukungan untuk tim Soul dan kepemilikan barunya. Pada tahun 2009 Philadelphia Soul Charitable Foundation berganti nama menjadi Jon Bon Jovi Soul Foundation bersamaan dengan saat klub Philadelphia Soul sudah tidak menjadi miliknya lagi.
Pada tahun 2010, Bon Jovi juga pernah memberikan tiket gratis untuk supporter yang secara finansial tidak mampu menyaksikan pertandingan langsung Melbourne Heart FC. Jon Bon Jovi memang sangat mencintai dunia olahraga sepakbola.
Pada tahun 2014, Jon Bon Jovi juga sempat mengemukaakan niatnya untuk kembali membeli klub sepak bola Amerika, The Buffalo Bills. Kecintaannya pada olahraga membuat ia selalu melakukan hal-hal yang tak terduga. Ia sempat mengirimkan surat terbuka bagi fans Buffalo Bills untuk meyakinkan niatnya membeli klub tidak akan dipindahkan ke Toronto, tetapi untuk memajukan Bills. Sayangnya niatnya ini tak cukup meyakinkan fans sehingga ia gagal membeli klub ini.