Tragis, Cabor Angkat Besi Biasa Latihan dengan Peralatan 'Usang'
Menurut Kepala Bidang Angkat Besi, Alamsyah Wijaya, selama ini cabor angkat besi memang menggunakan peralatan lama yang digunakan oleh para atletnya. Mampu bertahan dengan peralatan yang berusia 'usang'.
"Kita gak ada masalah sih soal kebijakan peralatan. Kita bahkan tidak pernah terima peralatan baru sejak 2013," ujar Alamsyah saat dihubungi INDOSPORT.
"Saya pikir dengan peralatan yang biasa, kita bisa tetap latihan. Mungkin nanti untuk perlengkapan pertandingan saja yang akan digunakan di Olimpiade Rio yang dibutuhkan," sambung Alamsyah.
Atlet angkat besi putri Indonesia
Sebagai informasi, Satuan Pelaksana Tugas Program Indonesia Emas (Satlak Prima), membuat sebuah kebijakan baru menyusul pemangkasan anggaran di tubuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kebijakan untuk menunda penyediaan peralatan olahraga diniliai ampuh untuk menekan pengeluaran.
Untuk persiapan jelang Olimpiade Rio yang akan mulai bergulir pada 5 Agustus mendatang, Alamsyah mengklaim bahwa persiapan cabor angkat besi hampir mencapai 100 persen. Kekuatan beban angkatan per atlet juga terus digojlok jelang event olahraga tersebut.
"Insya Allah persiapan sudah hampir 100 persen, sekarang sedang finalisasi peningkatan beban untuk level angkat. Total tujuh dari atlet dua putri dan lima putra, tidak ada tambahan lagi. Target kami yang lebih realistis mungkin incaran untuk medali, kalau bisa emas Alhamdulillah," tutup Alamsyah.