Ustaz Somad Bilang Catur Haram, Susanto Megaranto: Di Arab Saja Ada

Jumat, 22 November 2019 17:52 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
© ANTARA/Reno Esnir
Grandmaster catur Indonesia, Susanto Megaranto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mengatakan bahwa catur haram. Copyright: © ANTARA/Reno Esnir
Grandmaster catur Indonesia, Susanto Megaranto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mengatakan bahwa catur haram.

INDOSPORT.COM – Grandmaster catur Indonesia, Susanto Megaranto menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mengatakan bahwa catur haram.

Ustadz Abdul Somad yang kerap disapa UAS belum lama ini menyatakan bahwa permainan catur haram karena merupakan permainan yang mubadzir waktu. Pernyataannya tersebut viral setelah videonya yang sedang melakukan ceramah tersebut tersebar di publik.

“Boleh nggak mau main domino? Nah dalam mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, itu menghabiskan waktu,” ujar UAS dalam ceramahnya di channel youtube Teman Ngaji.

"Masa olahraga tapi bengong sampai tiga jam, aduh, mau persatuan catur nanti marah sama saya terserahlah," lanjut Ustadz Somad.

Pernyataannya tersebut ditolak oleh pemain catur andalan Indonesia, Susanto Megaranto. Kepada portal berita olahraga INDOSPORT, Susanto mengatakan bahwa dirinya tidak setuju jika catur dikatakan haram.

“Di Arab saja ada turnamen kejuaraan dunia catur Rapid dan Blitz namanya, King Salman sponsor utama, dari raja. Ya terasa aneh saja,” ujar Susanto.

Susanto mengatakan bahwa dirinya tidak setuju sama sekali terhadap pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mengatakan bahwa catur itu haram.

“Iya, tidak setuju sama sekali,” tegas Susanto.

Sebelumnya, Menteri Agama, Fachrul Razi pun turut memberikan tanggapan agar perdebatan soal catur haram tidak semakin ramai. 

"Itu nggak usah ditanggapilah yang gitu-gitu ya. Malu nanti kita, malu diketawain orang banyak. Orang semua bisa lihat referensi dari mana pun. Saya selalu bilang ya, sekarang nggak ada orang bisa mengklaim paling tahu, paling hebat," ujar Fachrul.

Penulis: Dhita Rahfiani

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
100%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%