x

Martinel Astuti, Karateka Coba Jadi Pengusaha

Kamis, 16 Oktober 2014 14:36 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
Martinel Astuti

Berawal dari titipan makanan yang diberikan oleh sang ibu untuk dijual, semangat jiwa bisnis atlet Karate Sumatra Barat bernama Martinel Prihastuti mulai tumbuh. 

Dulunya, hasil dari jualan tersebut diserahkan kembali kepada ibunya dan hasil dari satu makanan untuk jajannya semasa sekolah.

Kemudian, peraih medali dari berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun Internasional ini mencoba untuk menggeluti usaha lain, namun tak semuanya berakhir bahagia. 

“Banyak bisnis yang sudah saya lakukan, seperti membuka Warnet, kolam ikan, jualan makanan, hingga punya angkot, tapi semuanya gagal,” katanya di kediamanannya di Kota Padang.

Namun, hal itu tidak menyulutkan semangatnya untuk terus berusaha. Terbukti, saat ini dia bisa membuka sendiri bisnis penjualan perlengkapan alat olahraga. Usaha ini dimulainya sejak mengikuti pelatnas pada 2007 silam. 

"Tidak selamanya saya akan menjadi seorang atlet. Saya ingin dengan hasil yang saya raih sebagai atlet ini ada meninggalkan bekas nantinya," ujarnya.

Trik Astuti dalam usaha mengandalkan cara online dan mulut ke mulut. Bahkan, pembelinya tidak hanya asal Sumatra Barat, tapi juga ada dari Pekanbaru dan Pulau Jawa. ”Biasanya kalau yang dari luar Sumbar mereka memesan baju karate orisinal,” tuturnya.

Uniknya, sebagian jualannya didapat dari rekannya saat mengikuti pelatnas di Jawa. “Waktu pelatnas saya memiliki teman agen-agen penjual baju karate dan dari mereka saya mendapatkan link perlengkapan olahraga karate ini,” katanya. 

Kini, Astuti terbilang sukses sebagai pebisnis. Usaha perlengkapan olahraga, Astuti pernah mencapai omset Rp25 juta sebulan.

Kedepan, Astuti berencana akan mewujudkan cita-citanya yang sempat tertunda. “Waktu sepulang SEA Games saya sudah mendapatkan ruko. Rencananya saya akan membuka klub karate sekaligus menjual perlengkapan olahraga." 

Meski sudah menjadi pedagang, Astuti tetap tak melepaskan diri dari karate. Astuti masih sempat melatih karate pada klubnya sendiri. “Belum sampai satu tahun saya membuka tempat latihan karate ini, sekitar 40 orang yang mengikuti latihan dan itu masih anak-anak kelahiran 2003, namun kemarin telah mengikuti kejuaraan dan mendapatkan medali,” jelasnya.

Martinel Astuti

Berita Terkini