x

Mo Farah: Atlet Lari Terbaik Inggris yang Rajin Sholat dan 'Berdarah' Arsenal

Minggu, 21 Agustus 2016 17:53 WIB
Editor:

Nama Mo Farah pun menjadi headline sejumlah media lokal Inggris, mulai dari Daily Mail, The Sun, dan masih banyak lagi. Mo bahkan disebut-sebut pantas untuk mendapat gelar Sir di depan namanya dari kerajaan Inggris Raya. 

Mo Farah memang atlet terbaik Inggris Raya di lintasan lari jarah jauh. Ia jadi atlet lari berkulit hitam yang begitu dicintai publik Inggris. 

Menariknya, meski bukan berdarah asli Inggris, Mo memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Selain itu, sebelum sukses sekarang Mo sempat mendapat perlakukan diskriminatif karena warna kulit dan keyakinannya. 

Berikut kisah singkat seorang Mo Farah untuk pembaca setia INDOSPORT: 


1. Ingin bermain untuk Arsenal

Mo Farah sejak kecil bercita-cita ingin bermain untuk klub favoritnya, Arsenal.

Mohamed 'Mo' Farah lahir di salah satu negara kelam di benua Afrika, Somalia. Setelah lahir di Mogadishu, Mo pindah ke Djibouti. Ia baru pindah ke Inggris pada usia 8 tahun. 

Mo bisa pindah ke Inggris karena sang ayah, Mukhtar Farah bekerja sebagai konsultan IT dan mendapat warga negara Inggris karena lahir di London dan besar di salah satu kota bernama Hounslow. 

Saat menempuh pendidikan di Feltham Community College, bakat lari dari Mo tercium oleh guru olahraganya bernama Alan Watkinson. Menariknya, Mo ternyata tak pernah berkeinginan untuk jadi pelari. Sejak kecil, Mo mengaku ingin bercita-cita jadi seorang mekanik mobil. 

Selain bercita-cita jadi mekanik mobil, Mo juga pernah mengatakan waktu kecil, ia bercita-cita ingin jadi pesepakbola dan bermain untuk klub favoritnya, Arsenal. 


2. Muslim yang taat

Aksi sujud syukur Mo Farah usai raih medali emas di Olimpiade Rio 2016.

Mo Farah merupakan salah satu pelari asal Inggris yang beragama Islam. Seperti dilansir hollowverse.com, Farah merupakan seorang muslim yang taat. 

Meski tak pernah menunjukan keyakinannya di hadapan publik, diketahui Mo sangat rajin untuk melaksanakan kewajiban umat muslim yakni sholat lima waktu. 

"Anda harus percaya pada Allah SWT. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi karena kuasaNYA," kata Mo Farah. 

Mo juga pernah mengatakan pada sesi tanya jawab dengan media lokal Inggris bahwa kitab suci umat Islam, Al Quran merupakan insipirasinya untuk terus bekerja keras hingga bisa sampai level terbaik. 

"Di Al Quran banyak ayat yang menjelaskan agar kita tidak pernah menyerah dan putus asa," kata pelari berusia 33 tahun ini. 

Tapi bukan perkara mudah untuk Mo Farah bisa menjalani keyakinannya tersebut. Pasalnya beberapa kali ia sempat mendapat perlakuan diskriminasi. 

Seperti dilansir dari The Guardian, ia sempat mendapat cemooh. Ia juga disebut tak pantas membela Inggris karena latar belakangnya sebagai orang Somalia serta karena keyakinan yang ia percayai. 

"Bagaimana mungkin seorang Afrika bisa mendapat medali emas untuk Inggris Raya," kata Lenny Henry, salah satu politisi sayap kanan di Inggris. 


3. 4 Emas untuk 4 Anak

Mohamed 'Mo' Farah bersama anak dan istrinya.

Mo Farah juga diketahui sebagai atlet lari yang sangat sayang keluarga. Seperti dilansir dari Daily Mail, Farah mengatakan bahwa emas di Rio 2016 yang ia raih di nomor 5000 meter menggenapkan empat emas di ajang Olimpiade. Sebelumnya pada 2012 lalu, Farah juga menyabet dua medali emas. 

"Empat emas yang saya raih, saya persembahkan untuk empat anak saya," kata Mo. 

Mo pun usai meraih emas keduanya mengatakan bahwa saat ini hal yang sangat ingin ia lakukan ialah segera pulang ke rumah dan memeluk empat buah hatinya serta istrinya, Tania Nell. 

Dari pernikahannya dengan Tania Nell, Mo Farah mendapat tiga orang anak dan seorang anak tiri dari pernikahan Tania sebelumnya bernama Rhianna. 

Farah mendapat anak pertamanya pada Agustus 2012 lalu yakni dua putri kembar Aisha dan Amani. Pada Agustus 2015, Farah mendapat satu orang putra bernama Hussein. 

"Saya bukan pelari hebat tanpa mereka (anak-anak). Anak-anak membuat saya banyak belajar dari kesalahan. Saya berlari mengejar waktu bukan untuk rekor tapi untuk anak-anak," kata pelari yang memiliki saudara kembar bernama, Hassan. 

ArsenalOlimpiadeOlimpiade 2016LariOlimpiade Rio de JaneiroMo FarahOlimpiade Rio 2016

Berita Terkini