Cegah Cedera Otot, Maria Londa Jalani Treatment Ini
Banyak cara yang dijalankan oleh seorang atlet untuk mencegah cederanya. Hal ini juga yang dilakukan oleh atlet lompat jauh asal Bali, Maria Londa.
“Pertama-tama yang dirasakan saat ganti sol (sepatu) itu aneh pas lompat, karena solnya ada di dalam. Ini juga baru pertamakali pakai sol di kedua kaki, ya agak aneh saya flat foot karena posisi lututnya masuk. Jadi agak dibuat agar keluar sedikit, jadi sol sepatu tanding dengan sepatu jalan berbeda,” jelas atlet 24 tahun ini.
Maria juga menjelaskan bahwa dia merasa bahwa ketika tidur kaki kirinya lebih panjang, namun ketika berdiri dia merasa kaki kanannya yang lebih panjang. Walau mempunyai kendala, Maria tetap focus berlatih untuk memecahkan lompatannya yang mencapai 6.70 meter.
“Saya fokus di lompat jauh, ingin lebih dari 6.70, strategi ingin ikuti rehabilitasi dari dokter dan juga ikut program latihan pelatih. Latihan PB PASI luar biasa, karena pelatih benar-benar kasih perhatian. Latihan sudah aman, tinggal rehabilitasi dan ikut latihan,” jelas Maria.
Untuk jarak lompatan Maria yang mencapai 6.70 meter, dalam Olimpiade itu hanya berada di posisi ke-delapan. Namun, Maria saat ini sudah berhasil lolos kualifikasi untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil untuk nomor lompat jauh.