Tergusur dari GBK, Ini Keluhan Federasi Cabor Panjat Tebing

Kamis, 14 April 2016 23:30 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Galih Prasetyo
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Kondisi pintu dan tangga masuk/keluar Stadion Utama GBK yang sudah kotor dan berkerak. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Kondisi pintu dan tangga masuk/keluar Stadion Utama GBK yang sudah kotor dan berkerak.

Permasalahan baru kemudian muncul setelah pihak pengelola Gelora Bung Karno (GBK) memberikan ultimatum agar PB-PB yang menghuni kompleks GBK segera angkat kaki dari kantornya. 

Harga sewa tempat baru yang lumayan mahal menjadi salah satu kendala bagi pegurus cabang olahraga tersebut sepeti yang dialami Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

"Tidak ada masalah sih kalau dari PB nya soal dampak prestasi atlet. Akan tetapi lebih kepada biaya yang dikeluarkan saat pindahan untuk sewa tempat yang baru ini," ujar Sekretaris Jenderal FPTI, Sapto Hardiono kepada INDOSPORT.

Sekjen FPTI itu menjelaskan bahwa sebelumnya mereka hanya membayar uang sewa perawatan. Pihak FPTI juga belum mengetahui nasib mereka setelah selesai renovasi nanti.

“Kalau kemarin itu kan istilahnya cuman bayar uang perawatan yang masih bisa ditanggung, sedangkan sekarang butuh biaya yang lumayan. Kita juga belum tahu apakah bisa kembali ke GBK atau tidak, belum ada pemberitahuan tentang hal itu,” ucap Sapto lebih rinci.

Sebagai informasi, Stadion Gelora Bung Karno pada Juni 2016 nanti akan mulai direnovasi. Pemerintah mengalokasikan anggaran renovasi sebesar Rp2 triliun.