x

Latihan Atlet Dikurangi Selama Puasa

Jumat, 4 Juli 2014 16:32 WIB
Editor: Jhon Purba

Perubahan pola dengan mengurangi jumlah seri latihan untuk menyesuaikan daya tahan atlet yang tengah berpuasa. Namun, volume kekuatan latihan tidak dikurangi agar kemampuan atlet tetap prima.

Kepala Bidang Pembinaan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Boedi Darma Sidi mengatakan ada perubahan pola latihan bagi atlet selama bulan suci Ramadhan.

“Bulan puasa ini ada pengaruh terhadap latihan. Kami lakukan latihan yang kekuatannya dipertahankan, tapi jumlah serinya dikurangi," kata Boedi.

Porsi kekuatan dalam latihan tetap sejauh sekian kilometer, tetapi jumlah serinya dikurangi. Misalnya, kalau biasanya berlatih 10 kilometer untuk 10 seri (kali), makan latihan atlet dikurangi menjadi hanya lima seri selama puasa.

Latihan dilakukan enam hari seminggu dengan durasi maksimal dua jam setiap hari. Jadwal latihan disesuaikan dengan jadwal atlet yang masih sekolah, meski mayoritas dilakukan pada sore hari.

“Minggu libur. Kalau Sabtu, latihan koordinasi dan relaksasi seperti senam, jadi bukan latihan berat,” jelas Boedi sambil menegaskan perubahan pola latihan dengan mengurangi jumlah seri untuk menyesuaikan daya tahan, namun volume kekuatan latihan tidak dikurangi agar kemampuan atlet tetap prima.

Selain mengubah pola latihan, PASI memutuskan menambah asupan nutrisi agar atlet mampu menjalani latihan selama Ramadan. Penambahan asupan nutrisi dilakukan dengan perubahan menu makanan dari jenis dan jumlah.

Boedi memastikan makanan atlet selama Ramadan didominasi oleh buah-buahan agar atlet senantiasa segar, “Buah memang lebih banyak, dari segi jumlah dan kualitasnya juga lebih baik.”

Para atlet tengah bersiap menghadapi Kejuaraan Atletik Nasional yang dijadwalkan berlangsung 21-23 Agustus 2014. Kejurnas menjadi pemanasan sekaligus evaluasi hasil latihan sebelum berlomba di Asian Games yang bertempat di Incheon, Korea Selatan, 19 September-4 Oktober 2014.

Asian Games 2014PASI

Berita Terkini