x

Tolak Buka Jilbab, Qatar Dinyatakan Kalah

Rabu, 24 September 2014 23:41 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha

Tak menemui jalan keluar,  tim Qatar mengambil sikap terhadap apa yang mereka sebut sebagai kebijakan diskriminatif terhadap perempuan Muslim.

Para pebasket putri Qatar diminta, sesuai dengan peraturan-peraturan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), untuk melepaskan jilbab sebelum pertandingan grup mereka melawan Mongolia.

Bagaimanapun, para pebasket menolak, dengan mengatakan bahwa hal itu melanggar keyakinan agama mereka dan mereka ingin mengirim pesan terhadap federasi pengurus olahraga bahwa peraturan itu tidak adil.

"Kami harus mengambil sikap ini. Kami berada di sini untuk mendesak asosiasi internasional bahwa semua tim Muslim siap bersaing di semua kompetisi. Kami tahu mengenai larangan mengenakan jilbab, namun kami harus berada di sini. Kami harus memperlihatkan kepada semua orang bahwa kami siap untuk bermain, namun Asosiasi Internasional tidak siap,"kata Ahlam Salem M. Al-Mana dari Qatar.

Juru bicara untuk Asian Games Incheon (IAGOC) mengatakan kepada Reuters bahwa panitia penyelenggara tidak memiliki alternatif selain mendeklarasikan tim itu dinyatakan kalah karena "menurut peraturan bahwa para pemain yang melanggar peraturan Federasi Bola Basket Internasional, yang mengatur mengenai seragam dan apa yang dapat dikenakan para pemain.

"Ofisial teknik meminta mereka untuk melepas penutup kepala dan mereka menolak, maka pertandingan itu dinyatakan sebagai kekalahan bagi Qatar," kata seorang asisten Komite Nasional Olimpiade Qatar yang menolak diungkapkan identitasnya.

Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengatakan dalam pernyataannya bahwa merupakan tugas badan-badan olahraga untuk melindungi hak-hak para atlet yang berkompetisi.

"Hak-hak para atlet harus menjadi prioritas tertinggi," kata Direktur Jenderal OCA Husain Al-Mussalam.

Direktur jenderal menambahi bahwa FIBA memiliki bertahun-tahun untuk memecahkan isu itu dengan badan Asia dan federasi-federasi olahraga, dengan tugas untuk membiarkan para atlet "mengekspresikan hak-hak kebebasan memilih mereka dengan bermartabat."

Fase pengujian Penggunaan jilbab telah menjadi topik panas di olahraga dalam beberapa tahun terakhir, di mana para atlet musim mengeluhkan bahwa mereka mendapat perlakuan diskriminasi.

QatarAsian Games 2014FIBA

Berita Terkini