x

Standarisasi Prestasi Atlet Dipertanyakan

Rabu, 3 Desember 2014 13:16 WIB
Editor: Jhon Purba

Sofyan Tan mengaku selama ini atlet Indonesia baru bisa meraih maksimal untuk nomor perorangan. Tetapi belum bisa mendapatkan hasil maksimal, terutama untuk cabang olahraga yang melibatkan banyak orang, seperti sepakbola.

"Harus diakui kita hebat di nomor perseorangan, seperti bulutangkis dan panahan. Tapi untuk banyak orang, seperti sepakbola, terpuruk. Makanya perlu standarisasi prestasi yang tegas," kata Sofyan Tan dalam seminar Evaluasi Prima dan Standarisasi Prestasi Sebagai Pondasi Sukses Asian Games 2018.

Untuk menentukan atlet yang akan turun di sebuah pertandingan harus didasarkan standarisasi yang jelas. Jika tidak dilakukan sesuai dengan standar dikhawatirkan hasil tidak sesuai harapan.

“Jangan sampai karena ada faktor kedekatan dengan pengurus maupun pelatih akhirnya lebih dipilih. Jangan lagi ada istilah anak emas. Mereka harus didasarkan standarisasi prestasi,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

DPR akan memberikan dukungan penuh proses standarisasi prestasi atlet yang seharusnya dilakukan oleh lembaga olahraga Indonesia, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Jangan ada lagi kata telat lelang untuk peralatan pelatnas. Itu juga perlu ada standarisasi. Hasil seminar ini harus dijadikan acuan untuk pembuatan peraturan menteri (permen). Kami sangat mendukung," jelas Tan yang juga tercatat sebagai Ketua Pengprov Perbasi Sumatera Utara itu.

Seminar Evaluasi Prima dan Standarisasi Prestasi Sebagai Pondasi Sukses Asian Games 2018 yang diprakasai oleh SIWO PWI Pusat menghadirkan Gatot S Dewa Broto (perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga), Ketua KOI Rita Subowo dan Ketua Umum KONI Tono Suratman.

KONIKOISatlak Prima

Berita Terkini