Ingin Terbuka, Kemenpora 'Gandeng' PPATK dan KIP
Penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenpora dengan dua lembaga itu dilakukan secara langsung oleh Menpora, Imam Nahrawi, dengan Ketua PPATK, Muhammad Yusuf, serta Ketua KIP, Abdulhamid Dipopramono, di Hotel Peninsula, Jakarta.
"Ini bukan hanya sebuah kerja sama, tapi komitmen besar untuk mampu melahirkan kebijakan dan pertanggungjawaban yang bisa menjadi suri tauladan pada masyarakat," kata Menpora Imam Nahrawi di sela penandatangan MoU, seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia ruang lingkup kerja sama dengan PPATK di antaranya adalah mengenai dana atau aktivitas transfer keuangan mencurigakan yang terindikasi berasal dari hasil tindak pidana yang berkorelasi dengan persepakbolaan nasional.
Kewenangan pengelolaan informasi dan datanya ada pada PPATK sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 26 dan pasal 27 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memayungi keperluan Tim Sembilan saja, namun juga dapat memayungi kegiatan Kemenpora lainnya di bidang kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan," ucapnya, menambahkan.
Untuk kerja sama dengan KIP, politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) itu menjelaskan, jika salah satu tujuannya adalah untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik dalam rangka pembinaan dan pengembangan kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan.
"Ini adalah implementasi serta penguatan dari ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, sekaligus menyikapi adanya putusan KIP terkait sengketa informasi antara PSSI dengan Yayasan Suporter Indonesia," katanya. menegaskan.
Menurut Iman Nahrawi, salah satu ruang lingkup kerja sama yang dilakukan dengan KIP adalah melakukan konsultasi dan pendampingan implementasi keterbukaan informasi publik.
Selain itu, penelitian dan pengkajian bersama mengenai keterbukaan informasi publik dibidang kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan.
Selain penandatangan kerja sama dengan PPATK dan KIP, Kemenpora juga melakukan MoU dengan UIN Sunan Ampel Surabaya yang salah satu intinya terkait dengan pembangunan bidang kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan serta meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.