3 Atlet Hijab Indonesia Berprestasi
Saat ini, termasuk di Indonesia, berhijab sedang menjadi trend bagi kalangan kaum Hawa. Bahkan kita sering lihat para perempuan Tanah Air seperti berlomba-lomba untuk mengenakan busana hijab terbaiknya.
Trend tersebut ternyata merambah ke dunia olahraga, di mana sebelumnya perempuan berjilbab seakan sulit untuk berkarier dalam kancah olahraga. Namun saat ini, penggunaan hijab dan jilbab lambat laun dapat diterima dengan baik di dunia olahraga.
Tidak jarang kita akan melihat atlet-atlet menggunakan hijab saat bertanding. Lantas siapa saja atlet-atlet yang sangat menarik dengan hijab-nya kala bertanding?
Berikut tiga atlet berhijab Tanah Air pilihan INDOSPORT:
1. Agung Etty Hendrawati
Indonesia memiliki atlet panjat tebing berhijab yang sangat aktif dan kuat bernama Agung Etty Hendrawati. Saat ini, dia memang sudah tidak aktif sebagai atlet tetapi mulai aktif sebagai pelatih panjat tebing.
Namun, prestasi yang dicapainya bersama hijab sangat luar biasa. Salah satu prestasi terbaiknya adalah mendapatkan Kartini Award 2011, karena telah mengharumkan nama Indonesia pada cabang panjat tebing secara Internasional.
2. Raisa Aribatul
Bagi para pencinta Basket Indonesia, khususnya Women NBL, nama Raisa Aribatul Hamidah tentu tak asing. Anda akan sangat mudah untuk mengetahuinya kala bermain di lapangan karena Raisa menggunakan Hijab.
Raisa juga mengakui jika penggunaan pakaian islami dengan hijab, pakaian lengan panjang dan celana panjang tidak menghambat atau membatasi aksinya di lapangan.
Sayang pada SEA Games 2015 di Singapura, Indonesia harus mencoret nama Raisa dari skuad timnas karena berhijab. Pasalnya Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) saat ini masih melarang penggunaan hijab atau jilbab dalam pertandingan bola basket internasional.
3. Lia Karina Mansur
Perempuan, berhijab dan jago taekwondo, itulah sosok Lia Karina Mansur, pemegang sabuk hitam sekaligus peraih medali perak pada SEA Games 2011 di Palembang. Perempuan cantik ini bisa jadi salah salah satu kriteria bagi para kaum Adam.
Selain terjun sebagai atlet Taekwondo, Lia juga merupakan finalis Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2015. Meski garang di arena pertandingan, Lia juga membuktikan kecantikan dan kelembutannya saat jadi Diajeng Yogya.
Sebagai atlet Taekwondo, Lia pernah mengalami patah kaki dan dia harus berjalan dengan bantuan penyangga.