Kemenpora Pecahkan Rekor Pencairan Bonus Atlet
Bonus yang dibagikan kepada para olahragawan, pelatih, dan asisten pelatih ini total mencapai Rp 34.005.681.081 dan setelah dipotong pajak menjadi sebesar Rp 31.330.000.000, namun dalam hal ini pemerintah yang menanggung beban pajaknya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya,olahragawan peraih medali emas akan memperoleh Rp 200 juta, medali Perak mendapatkan Rp 100 juta dan medali perunggu mendapatkan Rp 50 juta.
“Ini (Bonus) paling cepat dalam sejarah Kemenpora semakin baik tata kelolanya. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, pada periode (Kemenpora) sebelumnya ada beberapa faktor yang menghambat,” ungkap Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto.
“Seluruh penghargaan sudah ditransfer dari kemarin, tapi masih ada yang kurang dua, itu juga karena rekeningnya sudah mati dan salah satu digit angka. Tapi Alhamdulillah sebelum Dzuhur semuanya sudah dikirim,” lanjut ia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menambahkan bahwa hal ini bisa dilakukan karena pengambilan keputusan yang cepat dari pihak kementerian.
“Semestinya ada pencairan anggaran yang bisa di dorong untuk mempercepat itu bahwa harus ada kemudahan administrasi dan harus ada percepatan pengambilan keputusan dari kementerian. Itu semestinya bisa dilakukan asal kerjasama dengan semua pihak,” terangnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini juga menjelaskan bahwa seandainya kerjasama yang dilakukan oleh semua pihak ini berjalan lancar, maka di masa akan datang pasti akan semakin mudah dan tepat waktu dalam pencairan bonus bagi para atlet ini.
“Misalnya bagimana ketersedian nomor rekening, yang kedua tanda terima, nama dan sebagainya. Karena-nya, seandainya kerja sama ini dilakukan oleh semua pihak, maka di masa akan datang akan semakin mudah dan pasti tepat waktu,” terang Imam.
Selain itu, salah satunya alasan bonus atlet dapat cepat cair adalah karena brokrasi yang tidak terbelit-belit dari pihak kementerian. “Saya kira itu salah satunya, selebihnya kita diberi peluang untuk totok darah dari percepatan anggaran. Jadi sekali lagi, itu tergantung dari kita.”