x

(VIDEO) Kalari Payat, Seni Beladiri Tertua di Dunia

Kamis, 23 Juli 2015 00:31 WIB
Editor: Galih Prasetyo

Nama Kalari Payat mungkin terdengar asing di telinga. Banyak yang tidak mengetahui apa itu Kalari Payat. Namun untuk sebagain besar penggiat seni beladiri, nama Kalari Payat tidaklah asing. 

Ya, Kalari Payat ialah seni beladiri. Seni beladiri yang berasal dari dataran India dan dianggap sebagai seni beladiri tertua di dunia. Mengapa Kalari Payat dianggap sebagai seni beladiri tertua di dunia. Berikut fakta-fakta menarik mengenai seni beladiri Kalari Payat 


1. Sejarah

Beberapa sumber seperti dari kalaripayattubangalore.com ataupun newindianexpress.com dan asianage.com menyebutkan bahwa seni beladiri seperti kung fu, karate ataupun taekwondo bersumber dari gerakan pada Kalari Payat yang disembarkan oleh guru-guru agama Hindu di India. 

Seni beladiri ini dianggap tertua karena fakta sejarah memperlihatkan bahwa di semenanjung selatan India ada bukti fisik yang menunjukan bahwa Kalari Payat sudah dipraktekkan pada abad ke 6 dan ke 7. Bukti fisik tersebut ialah patung-patung di kuil Hindu. Kuil-kuil tersebut terletak di kota Kanchipuram, dekat Madras. 


2. Seni Tari atau Seni Beladiri

Kalari Payat dikenal luas pada masyarakat di India Selatan. Ada dua nama sebutan untuk Kalari Payat yakni “Kalari Payattu” di wilayah Kerala dan “Kalari Payarchi” di wilayah Tamilnadu. Kedua kata harfiah diterjemahkan berarti “latihan arena.” Oleh karena itu tanpa keraguan bahwa teknik belajar dari seni ini digunakan di medan pertempuran dan merupakan bagian dari pelatihan bagi setiap prajurit.

Menariknya, ada juga bukti yang menghubungkan Kalari Payat dengan seni tari tradisional India. Beberapa tarian India Selatan seperti Bharata Natyam dan Kathakali, sebuah tarian klasik dari Kerala, menggunakan beberapa postur yang membawa kemiripan yang mencolok dengan yang digunakan dalam Kalari-Payattu.


3. Disebarkan oleh Pandita

Menyebarnya seni beladiri Kalari Payat ke semenanjung Asia hingga ke Jepang karena jasa dari para pandita agama Hindu. Sejumlah catatan menarik menyebutkan bahwa Huang-Tsang, seorang peziarah Cina menulis dengan sangat rinci tentang senjata yang ia lihat selama perjalanannya melewati berbagai bagian India. 

Orang Cina dan Jepang telah mengakui dan menelusuri kembali sejarah seni bela diri mereka untuk Bodhidarma, seorang biksu Buddha India yang melakukan perjalanan dari Kanchipuram di India Selatan ke Biara Shaolin di Cina menyebarkan dan mengajarkan seni bela diri kuno yakni Kalari Payat. 


4. Gaya Bertarung

Di Kalari Payat dikenal ada dua gaya dalam bertarung, yakni gaya utara dan gaya selatan. Dinamakan dua gaya tersebut karena memang berkembang di wilayah India bagian Utara dan wilayah India bagian selatan. 

Gaya Utara ditandai oleh teknik melompat dan menendang yang sangat tinggi, langkah panjang, sikap rendah dan pukulan dan kunci disampaikan oleh lengan dan tangan yang hampir sepenuhnya diperpanjang.

Gaya Selatan lebih banyak berisi gerakan melingkar dan tiadanya gaya lembut dan mendalam dibanding gerakan utara. Serangan dan pukulan biasanya disampaikan dengan telapak tangan terbuka dan lengan membungkuk dan hampir tidak ada tendangan tinggi atau melompat. 

Kalari Payat

Berita Terkini