4 Kisah Atlet yang Alami Kebangkrutan
Terlebih seorang atlet memiliki karir yang tidak begitu panjang, karena tidak mungkin seorang berusia 73 tahun dapat turun di olahraga sekelas NFL (National Football League). Seorang bintang dapat dibayar jutaan dollar dalam sebuah pertandingan, tapi bukan sesuatu yang mengherankan jika mereka bangkrut setelah karirnya berakhir.
Kedengarannya sedikit tidak masuk akal, tapi beberapa pemain tidak dibayar hampir sebanyak yang kita pikirkan. Sebagai contoh, seorang atlet sepakbola yang menandatangani kontrak 5 juta dollar pertahun bisa terluka, yang berarti gajinya akan dipotong menjadi sekitar 2 juta dollar. Yang di antaranya di potong biaya besarnya pajak, biaya agen, iuran serikat pekerja dan biaya-biaya tidak terduga lainnya.
Mengenai fakta di atas, INDOSPORT merangkum beberapa atlet yang kerap menghambur-hamburkan uangnya dan bangkrut terlalu cepat.
1. Mike Tyson
Mike Tyson adalah petinju tersukses selama masa jayanya, Tyson kerap mengalahkan lawan-lawannya, namun harus kalah saat menghadapi IRS (Internal Revenue Service/Lembaga Pengelola Pajak) hanya beberapa bulan setelah kemenangan terakhirnya sebagai seorang petinju. Dia berakhir dengan utang 27 juga dollar, bahkan setelah mendapatkan 300 juta dollar dari karir tinjunya.
Tyson bahkan tertarik untuk memilihara burung merpati untuk beberapa alasan yang tidak jelas. Ini tidak sampai penampilannya di film “The Hangover” bahwa hal-hal mulai berbalik darinya. Tyson tidak lagi kaya, tapi dia melakukan jauh lebih baik dan bahkan memiliki kartun sendiri.
2. Kenny Anderson
Peraih medali perunggu kejuaraan basket 1990 ini bisa dibilang sebagai pemain basket yang sukses, Anderson bahkan berpenghasilan 60 juta dollar sepanjang tahun, tapi sekarang dia hanya bernilai 150 ribu dollar.
Anderson membuat kesalahan yang berpikir dia dapat bermain selamanya, mantan point guard timnas basket Amerika Serikat ini malah mengoleksi mobil yang kebalikan dari usaha property atau saham, dan bercerai membuatnya lebih terpuruk.
Dia juga memiliki tujuh anak dari lima perempuan yang berbeda, padahal penasehat keuangannya pernah memberi tahu untuk atlet muda tidak memiliki anak dengan beberapa wanita, karena itu mengarah pada pembayaran tunjangan bulanan si anak.
3. Marion Jones
Atlet trek memiliki sedikit kesulitan jika berbicara mengenai uang, tapi itu pengecualian bagi Marion Jones. Dalam puncak karirnya, Jones mampu membuat sekitar 80 ribu dollar hanya untuk mencul dan lari dalam jarak dekat, tapi ternyata itu tidak cukup.
Jones menggunakan uang dari lomba lari yang didapatkannya dari Nike untuk membeli sebuah rumah senilai lebih dari 2 juta dolar di Carolina Utara. Karirnya terpuruk ketika tuduhan steroid menghampirinya, dia merindukan sesi latihan dan lomba.
Hukuman juga mulai berdatangan ketika Jones diperiksa untuk penggunaan obat-obatan terlarang, dan tiba-tiba dia bangkrut dan harus menyerahkan kembali medali-medali Olimpiade 2000 Sydney yang pernah dia dapatkan.
4. Scottie Pippen
Scottie Pippen adalah nama besar di dunia basket Amerika Serikat pada tahun 1990-an, dan ia mendapatkan sekitar 120 juta dolar selama hari-harinya bermain basket. Namun, beberapa berita mulai muncul ke permukaan yang menyatakan dia bangkrut.
Pippen sedikit kesal ketika dia mendengar laporan ini, yang pada awalnya menggugat CNBC karena membuat laporan palsu tentangnya. Alih-alih memenangkan kasus, Pippen gagal membuktikan bahwa tuduhan CNBC palsu.
Dalam berita itu termasuk, jet pribadi Pippen seharga 4 juta dollar harus kembali dia jual setelah hanya beberapa bulan dimiliki. Jika Pippen membutuhkan uang , tampaknya dia bisa meminta mantan rekan setimnya dulu, Michael Jordan yang saat ini terdaftar memiliki kekayaan bersih sebesar 1 miliar dollar.