7 Penyakit Kerap Menyerang Para Pendaki
Sejumlah penyakit siap menyerang siapa saja yang melakoni aktivitas ini kapan saja. Jatuhnya suhu tubuh, penurunan kadar gula dalam darah, kekurangan cairan, hingga gangguan pada sistem pengaturan suhu tubuh adalah sebagian dari risiko dari kegiatan ini.
Namun ‘bahaya’ kesehatan itu bukan tak bisa dihindari atau dicegah . Dengan persiapan yang baik niscaya penyakit-penyakit tersebut bisa dihindari. JIkalau terjadi, dengan bekal pengetahuan, bisa kita tanggulangi.
1. Hipotermia
Hipotermia merupakan keadaan dimana suhu tubuh jatuh di bawah titik normal. Penyebabnya beragam bisa antara lain tubuh terendam dalam suhu di bawah titik beku, berada dalam suhu dingin dan rentan menyerang pada seseorang yang alami kelelahan, kelapadan, ketakutan dan kekuarngan oksigen.
2. Hipoglikemi
Hipoglikemi dapat diartikan sebagai situasi di mana kadar gula dalam darah menjadi rendah karena kekuarngan zat gula. Penyebabnya: telalu lama tidak makan atau munum yang mengandung zat gula dalam lingkungan dingin dalam waktu yang cukup lama.
3. Frosbite
Merupakan proses penurunan suhu tubuh yang menyebabkan kekakuan atau kebekuan anggota tubuh. Frosbite dibagi atas frostbite permukaan (terkena hanya kulit dan lapisan dibawahnya) dan frostbite dalam (terkena pada otot-otot dan tulang sehingga membuat bagian tubuh menjadi kaku dan mati rasa).
4. Dehidrasi
Merupakan kekuarangan cairan yang disebabkan oleh kekuarngan pasokan cairan atau pengeluaran cairan yang berlebihan. Siapa saja yang melakukan aktivitas berat dalam waktu cukup lama tanpa mengkonsumsi cairan rentan mengalami dehidrasi.
5. High Altitude Pulmonary Oedema (HAPE)
HAPE merupakan penyebab utama kematian karena ketinggian.Pendakian dengan cepat merupakan penyebab jerajadinya HAPE. Sehingga perlu dihindari mendaki pada malam hari lebih dari 3000 meter dan istirahat 2 malam sebelum pendakian selanjutnya.
6. AMS (Acute Mountain Sickness)
AMS disebut juga dengan mabuk gunung. Pendaki yang rentang mengalami AMS sudah mulai merasakan gejala ringan pada ketinggian 1.200 mdol. Tak heran beberapa orang saat sebelum mendaki sudah mulai terlihat tidak sehat.
7. High Altitude Cerebral Edema (HACE)
HACE merupakan perkembangan lanjutan dari AMS. Pada tahap ini bajir cairan tak terkendali sehingga luapannya sampai ke otak sehingga terjadi pembengkakan. HAPE memang sangat jarang terjadi pada ketinggian di bawah 2.700 mdpl namun bisa mengancam pada ketinggian 3.600 hingga 5.500 mdpl.