5 Atlet Disabilitas yang Menakjubkan (Part I)
Keterbatasan bukan jadi alasan untuk segilintir orang untuk tetap tunjukan bahwa mereka bukan mahluk lemah. Sejumlah atlet meski keterbatasan secara fisik tetap tunjukan bahwa mereka bisa bersaing dengan atlet lain yang tidak seperti mereka.
Munculnya para atlet disabilitas memang bukan hal baru. Sejumlah para atlet disabilitas tunjukan bahwa olahraga tidak melulu didominasi oleh mereka yang memiliki kelengkapan bagian tubuh.
Berikut 5 atlet disabilitas yang menakjubkan versi INDOSPORT:
1. Baxter Humby
Baxter Humby ialah pria yang sejak lahir hanya memiliki satu tangan. Meski begitu, Humby menganggap itu menjadi anugrah. Humby nyatanya berprestasi dalam bidang olahraga, Humby ialah salah satu atlet dari cabang Kickboxing.
Humby tercatat sebagai pemegang sabuk gelar WBC Syper di kelas menengah. Gelar itu ia raih di 2010 pada ajang International Council Muay Thai). Prestastinya tersebut tak berhenti disitu, ia lalu meraih sejumlah gelar bergengsi lainnya. Ia kini berprofesi sebagai pelaih Kick Boxing di Academy Muay Thai yang terletak di kota North Hollywood, California, Amerika Serikat.
2. Chelsea McClammer
Berbeda dengan Humby, Chelsea McClamer terlahir dengan anggota tubuh yang lengkap namun kecelakaan naas saat ia berusia 6 tahun mengakibatkan dua kakinya harus diamputasi. Mulai sejak itu, McClammer kecil mulai beradaptasi dengan keterbatasan yang ia miliki.
McClamer lalu fokus pada olahraga, pada 2008 ia menjadi anggota termuda tim paralimpiade Amerika Serikat. Ia juga ikut berkompetisi di ajang lari 800 meter, di ajang tersebut ia finish di urutan kedelapan. Di tahun yang sama, McClammer mampu jadi juara di event Bloomsday Road Race yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat. Di 2012, ia masuk nominasi Atlet Terbaik Perempuan Disabilitas.
3. Oz Sanchez
Oz Sanchez ialah mantan anggota Marinir Amerika Serikat. Di 2001, Oz mengalami kecelakaan parah saat mengendarai sepeda motor, ia menderita kelumpuhan pada tulang belakang. Ia terpuruk dan hancur. Namun keterpurukannya hanya berlangsung 7 tahun, Oz bangkit dan menjadi atlet Paralimpiade Amerika Serikat.
Di Olimpiade 2008 yang berlangsung di Beijing, Tiongkok, Oz mempersembahkan emas untuk Amerika Serikat di cabang olahraga bersepeda dan triathlon. Oz tak hanya tangguh bermain individu, ia juga bisa bekerja tim. Pada 2012, oz mampu meraih emas di cabang estafet.
4. Alana Nichols
Cabang Snowboarding sudah menjadi mendarah daging dalam tubuh Alana Nichols. Di usia 17 tahun, snowboarding membuat Alana harus mengalami kelumpuhan dari punggung hingga ke bawah. Meski ditimpa kemalangan, Alana tak berhenti bermain berolahraga. Basket jadi pilihan di tengah keterbatasannya.
Di 2008, Alana jadi salah satu atlet yang mempersembahkan medali emas untuk Amerika Serikat di cabang basket. Alana juga sering mencoba olahraga lain seperti ski. Pada 2010, Alana meraih medali emas di ajang Paralimpiade yang berlangsung di Vancouver, Amerika Serikat.
5. Kyle Maynard
Siapa yang menyangka lelaki tanpa lengan dan kaki ini ialah anggota dari asosiasi gulat nasional Amerika Serikat. Dia juga pernah dinobatkan sebagai salah satu atlet muda terkuat di Amerika Serikat. Keterbatasan memang bukan jadi hambatan untuk Maynard.
Terlahir tanpa lengan dan kaki, Mynard tercatat pernah jadi atlet MMA. Saat ini nama Maynard memang sudah melambung tinggi, tidak hanya berprofesi sebagai atlet, dia juga sering menjadi motivator di banyak kesempatan. Ia juga dua kali dinobatkan sebagai Atlet Pria Disabilitas terbaik versi ESPY. Maynard juga memiliki gym . Maynard memang menyukai aktifitas ekstrem, tercatat ia pernah mendaki gunung Kilimanjaro tanpa bantuan alat apapun.