3 Dampak Tragedi Paris Bagi Dunia Olahraga
Setidaknya 150 orang dilaporkan telah menjadi korban tewas akibat serangan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Prancis. Hingga saat ini pemerintah setempat masih menetapkan negaranya dalam situasi darurat sebagai langkah antisipasi adanya serangan susulan.
Salah satu tempat yang menjadi sasaran teror tersebut adalah stadion Stade de France tempat di mana pertandingan uji coba antara Prancis dan Jerman digelar.
Suara ledakan mulai terdengar saat pertandingan berjalan pada menit ke-17. Ledakan tersebut berasal dari bom bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang di pintu J stadion dan menewaskan tiga orang penonton.
Kejadian tersebut membuat seluruh orang yang ada di dalam stadion terjebak dan berkumpul di tengah lapangan setelah pertandingan usai.
Peristiwa tragis ini secara langsung telah membuahkan dampak negatif bagi dunia olahraga karena Prancis adalah salah satu negara yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan sejumlah kejuaraan olahraga penting di dunia.
Selain itu terdapat sejumlah dampak buruk lainnya sebagaimana dirangkum INDOSPORT dalam ulasan berikut.
1. Pembatalan Pertandingan
Sejumlah lembaga olahraga Prancis mengumumkan pembatalan sejumlah pertandingan olahraga yang akan digelar sampai batas waktu yang belum ditentukan pasca serangkaian teror bom dan serangan berdarah yang terjadi di sejumlah wilayah di Paris.
European Professional Cup Rugby telah menegaskan bahwa semua pertandingan Champions Cup dan Challenge Cup di Prancis akan dibatalkan. Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah federasi olahraga seperti bola basket dan bola voli.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memang sempat meninjau ulang laga Oliver Giroud dkk menghadapi The Three Lios. Namun, pada akhirnya mereka setuju untuk tetap bertanding.
Sementara, Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang bermarkas di Lausanne, mengatakan bendera Olimpiade akan dikibarkan setengah tiang.
2. Trauma dan Kesedihan
Peristiwa kemanusiaan berdarah ini berbuntut pada kesedihan dan meninggalkan trauma mendalam bagi rakyat Prancis tak terkecuali para pelaku olahraga.
Lassana Diarra, salah satu pilar utama timnas Prancis dalam laga uji coba melawan Jerman mengungkapkan kesedihannya setelah kehilangan sepupunya yang tewas dalam tragedi tersebut.
"Seperti yang sudah Anda dengar, saya secara pribadi terkena serangan ini. Sepupu saya, Asta Diakite, menjadi di antara korban dari salah satu penembakan, bersama ratusan rakyat tak berdosa Prancis lainnya,” tulisnya dalam Twitter.
Di tempat lain dua penggawa Paris Saint-Germain, David Luiz dan Edinson Cavani mengaku takut untuk berpergian dan kembali ke Paris.
"Bermain untuk PSG adalah pekerjaan utama saya, namun jika bisa memilih, saya akan lebih memilih untuk tidak kembali," ungkap Luiz seperti dilansir Daily Mail.
Trauma dan shock pun diungkapkan oleh sejumlah pemain timnas Jerman yang merasakan langsung insiden ini saat mereka berhasil keluar dari Paris dan kembali ke negaranya.
“Kembali ke Jerman. Sulit dipercaya dengan apa yang terjadi kemarin. Dunia ini kacau sekarang. Saya terus berpikir akan orang-orang yang kehilangan seseorang yang mereka cintai,” ungkap Mats Hummels setibanya di Frankfurt.
Bahkan legenda sepakbola Prancis, Zinedine Zidane pun harus memutuskan untuk tidak pergi menjalani pertandingan laga amal yang telah dijadwalkan untuknya akibat dirinya merasa tertekan dan stress akibat insiden tersebut seperti diungkapkan oleh rekannya David Beckham.
"Saya mengerti mengapa Zizou mengambil keputusan untuk tidak bermain. Dia sangat hormat kepada saya, tetapi saya benar-benar mengerti,” ungkap Beckham pada wartawan.
3. Solidaritas Melawan Teroris
Tidak ada seorang manusia pun di jagat ini yang sepakat dan mendukung aksi terorisme di muka bumi ini. Sejumlah lembaga olahraga dunia pun lantang menyuarakan pernyataan mengutuk aksi teror dan menyampaikan rasa belasungkawanya terhadap insiden berdarah ini.
UEFA sebagai lembaga yang menaungi sepakbola di Eropa menyampaikan perasaan sangat terguncang dan sedih akibat tragedi pengeboman tersebut.
"Kami ingin menyampaikan dukungan dan solidaritas untuk Prancis dan untuk mereka yang terkena dampak dari peristiwa mengerikan ini."
Komite Prancis yang menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas 2024 juga turut mengeluarkan pernyataan.
"Sebagai warga Paris kami mengusung solidaritas dengan penduduk Paris dan Prancis dalam kesatuan menentang aksi teror seperti ini."
Sementara, Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang bermarkas di Lausanne, mengatakan bendera Olimpiade akan dikibarkan setengah tiang.
"Kami berdiri bersatu dengan semua orang di seluruh dunia. Benak kami tentu saja melayang ke para keluarga dan teman dari mereka yang terbunuh dan terluka," kata IOC dalam pernyataannya.