3 Alasan Jakarta Pantas Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018
Keinginan dan harapan sejumlah warga DKI Jakarta termasuk sang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama untuk Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games sedikit terhalang. Pasalnya Komisi II DPR 'menjegal' rencana Ahok terkait tempat pendirian Wisma Atlet Asian Games 2018 yang terletak di Kemayoran.
Ahok pun melontarkan bahwa jika memang kondisinya DPR tak izinkan Pemprov mengelola tanah di Kemayoran, maka Jakarta akan batal jadi tuan rumah. Hal ini tentu disayangkan pasalnya DKI Jakarta memiliki sebelum alasan yang membuat kota ini pantas untuk jadi tuan rumah Asian Games 2018. Apa saja alasan itu? berikut 3 alasan Jakarta pantas jadi tuan rumah Asian Games 2018 versi INDOSPORT:
1. Keseriusan Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memiliki keseriusan untuk bisa jadikan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Asia Games 2018. Salah satu keseriusan pria asal Manggar, Belitung Timur tersebut ialah meminta hibah lahan di Kemayoran untuk kelak dijadikan tempat pendirian Wisma Atlet Asian Games 2018.
Ahok yang memiliki ketegasan dalam hal transparansi anggaran meminta lahan tersebut dihibahkan karena tidak ingin adanya komersialisasi terhadap lahan tersebut. Bahkan meski 'dijegal' oleh Komisi II DPR serta Setneg, Ahok tak berhenti. Ia kabarnya melobi langsung ke Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
2. Fanatisme Warga Jakarta
Warga DKI Jakarta merupakan salah satu rakyat negeri ini yang sangat fanatis jika ada event olahraga internasional yang berlangsung di Jakarta. Sejumlah kejuaraan internasional yang pernah berlangsung membuktikan hal tersebut.
Lihat bagaimana bergemuruhnya warga DKI Jakarta kala Jakarta jadi tuan rumah Piala AFC 2007, tidak hanya di cabang sepakbola, fanatisme warga DKI Jakarta menggelegar. Di cabang bulutangkis kala berlangsung Indonesia Open, sejumlah pebulutangkis dunia menyebut antusiasme penonton membuat mereka tertekan secara psikologis.
3. Fasilitas Olahraga
Untuk urusan fasilitas olahraga, Pemprov DKI Jakarta juga menunjukan keseriusan mereka. Ahok berjanji akan membangun lebih banyak gedung olahraga (GOR) dengan fasilitas yang lebih baik di Jakarta.
"GOR standar di Amerika Serikat Rp46 miliar saja. Selama ini kita menghabiskan Rp48 miliar untuk GOR yang standar kampung kecil, bagaimana bisa juara. Itu masalahnya di situ. Kalau Anda sudah biasa latihan tempat yang sesuai kan beda," kata Ahok di hadapan para atlet.
Bahkan Wisma Atlet yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan tempat menginap dengan daya tampung 14.000 atlet, yang terdiri atas tujuh menara apartemen dengan tinggi 24 hingga 32 lantai.
Selain membangun wisma atlet, Jakarta sebagai kota utama juga telah menyanggupi akan membangun arena balap sepeda (velodrome), arena pacuan kuda (equestrian), arena akutik, dan perenovasian Stadion Gelora Bung Karno.