Pembangunan Venue PON 2016 Masuk Tahap Final
Seperti diutarakan Gubernur Jawa Barat yang sekaligus menjabat sebagai PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan, mengatakan 6 persen sisanya hanya tinggal proses penyempurnaan seperti pada venue untuk cabang olahraga pencak silat dan futsal di kawasan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor serta venue golf di Bandung Giri Gahana Golf Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Aher-sapaan akrabnya-mengatakan sisanya akan diselesaikan dalam waktu kurang dari 6 bulan. Sehingga pada pertengahan 2016 mendatang, venue yang dipersiapkan sudah siap digunakan.
"Saat ini proses lelang tahap kedua sedang dilakukan, pada bulan Febuari paling telat sudah dilaksanakan pengerjaannya. Untuk pengerjaan lanjutan dua venue dengan tiga gelanggang yaitu dua arena untuk futsal dan satu untuk pencak silat," jelas Aher.
Aher pun berharap dalam tender lanjutan ini diharapkan tidak mengalami kendala dan harus berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
"Bukan hanya venue yang ada di Jatinangor saja, tapi untuk seluruh venue prosesnya bisa berjalan dengan lancar," harapnya.
Guna mensukseskan multi event olahraga nasional empat tahunan ini, pada 2016 ini Pemprov Jabar menganggarkan Rp800 miliar untuk penyelenggaraan lomba, Rp200 miliar lebih untuk sarana dan prasarana termasuk alat-alat olahraga.
Kemudian, Rp300 miliar untuk KONI terkait pembinaan dan prestasi kontingen Jabar dalam ajang PON XIX dan sisanya Rp700 miliar untuk jalan termasuk jalan menuju akses venue PON.
"Saya ingin pada Agustus dan September 2016 tidak ada lagi urusan fisik, sisa pekerjaan sebanyak 6 persen pada 2016 awal harus selesai," tegasnya.
Selain venue utama, pihaknya juga sudah menyiapkan venue alternatif jika terjadi gangguan pada venue utama.
"Semua cabang olahraga dipastikan ada venue alternatif dikhawatirkan venue utama ada kendala, hambatan atau gangguan karena itu merupakan standar ketentuan," pungkasnya.