x

Ini Resolusi 2016 Pelaku Olahraga Nasional

Jumat, 1 Januari 2016 00:55 WIB
Penulis: Devi Novitasari, Abdul Hamid | Editor: Joko Sedayu

Selama tahun 2015 ini, tentunya setiap orang pasti memiliki beberapa hal keinginan. Namun, semua harapan tak sesuai yang diharapkan. Kini harapan itu pun berusaha dirajut kembali pada tahun yang baru, yakni 2016.

Ambisi membara untuk pencapaian yang lebih baik pun ditargetkan oleh para pelaku olahraga Indonesia, mulai dari para atlet hingga badan atau lembaga. Berikut resolusi 2016 dari para pelaku olahraga Tanah Air.


1. Daniel Wenas


2. Mario Gerungan

Menyongsong tahun baru tentu banyak harapan-harapan yang diharapkan bisa diraih pada 2016. Tak terkecuali kapten Aspac Jakarta, Mario Gerungan, yang memiliki banyak harapan pada tahun yang baru.

"Banyak, tapi yang terutama gagalnya Aspac meraih juara di turnamen pramusim kemarin. Terus belum bisa membahagiakan orangtua tahun ini," ujar  Mario saat dihubungi INDOSPORT.

Meskipun begitu pebasket asal Jakarta ini, tetep yakin bahwa untuk tahun depan timnya bisa menjuarai IBL musim 2016 serta dapat sesegera mungkin lulus kuliah S2.

"Harapan saya untuk tahun depan tidak muluk-muluk. Terpenting Aspac bisa juara. Terus lulus kuliah S2 serta menjadi pribadi pibadi yang lebih dewasa dan bermanfaat untuk orang lain," harap ia.


3. Maman Abdurahman

"Saya berharap 2016 lebih baik lagi semuanya, terutama diri sendiri, lebih matang lagi baik dalam urusan keluarga, maupun di dunia sepakbola. Saya juga berharap bisa menularkan ilmu-ilmu dan pengalaman yang saya miliki kepada pemain muda yang lain dan bisa menjadi panutan. Saya juga berharap kondisi sepakbola Indonesia segera membaik, keluarga sehat semua," pungkasnya.


4. Berllian Marsheilla

"Untuk tahun 2016 ini, saya berharap bisa mendulang prestasi yang sama seperti tahun kemarin dan juga bisa bisnis trevelingnya semakin mapan dan lancar," pungkasnya.


5. Kemenpora

Peningkatan Prestasi Olahraga

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018, Kemenpora melalui Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akan melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan PRIMA (Program Indonesia Emas) dengan membina sebanyak 1.000 atlet.

Selain itu, penyelenggaraan Turnamen Sepakbola untuk Pelajar dan Santri melalui program Liga Pelajar dan Liga Santri Nusantara akan dilaksanakan untuk membina bakat-bakat muda tanah air yang nantinya kelak bisa membela panji Indonesia. Tak hanya itu, Menpora juga mengharapkan adanya kompetisi untuk kategori umur.

Satu hal lain yang juga mendapatkan perhatian adalah soal memfasilitasi penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV di Jawa Barat serta kegiatan pembudayaan olahraga di masyarakat di 200 titik di 34 provinsi.

Setelah PON Jawa Barat, Kemenpora juga akan melaksanakan event The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games (TWG) di Jakarta pada 16-20 Oktober. TAFISA merupakan lomba olahraga rekreasi yang menggelar berbagai cabang.

Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga

Sebagai bentuk dukungan untuk membudayakan olahraga di kalangan masyarakat, Kemenpora akan mengakomodisai hal tersebut melalui program 1 desa 1 lapangan olahraga di 1000 desa di seluruh Indonesia.

Sementara untuk renovasi Kawasan Gelora Bung Karno sebagai dukungan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, yang salah satu tempat pelaksanaanya di Jakarta akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 milyar.

Dana itu akan digunakan untuk merenovasi 7 venue antara lain Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tennis Indoor, Hoki, Panahan, Aquatik, Istora, dan Stadion Madya. Selain itu, Kemenpora juga akan membantu pembuatan dan renovasi taman bugar kota pada 3 kota di 3 propinsi.

Penghargaan Untuk Atlet Berprestasi

Kemenpora akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para atlet yang berprestasi yaitu Olimpiade dan Paralimpiade di Rio de Janerio serta multievent lainnya. Penghargaan tersebut akan berlaku bagi atlet yang normal maupun yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral (Paralimpiade).

Kemenpora juga merencanakan akan memberikan tunjangan seumur hidup berupa fee yang nantinya akan diberikan setiap 3 bulan sekali untuk atlet peraih medali baik emas, perak dan perunggu di Olimpiade. Sementara untuk kategori event lainnya masih akan di evaluasi lagi.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)Berllian MarsheillaMaman AbdurrahmanMario Gerungan

Berita Terkini