x

Carut Marut Olahraga Indonesia dan Solusi Penyelesaiannya

Senin, 25 Januari 2016 23:12 WIB
Editor:

Bak sinetron yang tayang striping di televisi, gambaran olahraga di negeri ini acapkali diwarnai dengan banyak kisah yang tak percaya bisa terjadi. Konflik kepentingan membuat kondisi olahraga negeri ini makin carut marut. Jangan bicara prestasi, konflik yang ada tak pernah miliki solusi penyelesaianya yang baik untuk semua pihak. 

Konflik itu sudah barang tentu merugikan bagi masyarakat atau pelaku olahraga. Salah satu konflik yang saat ini sangat berdampak pada prestasi olahraga Indonesia adalah konflik antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


Ilustrasi konflik PSSI versus Kemenpora

Tidak hanya itu, antar lembaga olahraga tertinggi di tanah air juga tidak lepas dari konflik. Seperti yang terjadi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang mempermasalahkan logo lima ring yang terpampang di dalam lambang kedua lembaga tersebut.

Bahkan, konflik ini hampir mengancam Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, di mana Komite Olimpiade Internasional (IOC) meminta bantuan pemerintah untuk menanggalkan logo lima ring yang digunakan KONI.


Presscon Logo Lima Ring Koni - Immanuel Robert Inkiriwang, 10 Februari 2015.

Sebenarnya, konflik kepentingan ini tidak hanya terjadi di antar lembaga. Konflik-konflik ini juga kerap timbul dalam satu lembaga yang sama, seperti yang lalu misalnya konflik pada tubuh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), ataupun konflik dalam Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) DKI Jakarta.


Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan

Lantas apa yang harus dilakukan oleh stakeholder olaharaga nasional terkait kondisi ini?

Debuti V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto beri pemaparan ekslusifnya untuk INDOSPORT

 


1. Ego pengurus cabor harus ditekan

Debuti V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto

Pada hakekatnya, semakin tinggi oknum yang berkepentingan memimpin sebuah lembaga olahraga, maka semakin mudah pula praktik tersebut direalisasikan. Konflik-konflik kepentingan tersebut bahkan mempengaruhi prestasi para atlet tanah air yang coba mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Memperbaiki olahraga di Indonesia, Kemenpora mengambil langkah pertama dengan mencoba membenahi konflik yang terjadi dalam sebuah Pengurus Besar cabang  olahraga. Hal itu akan dilakukan pemerintah dengan menggandeng KONI selaku lembaga olahraga tertinggi di tanah air.

“Langkah pertama kita akan komunikasi dengan KONI. Kebetulan KONI yang sekarang-kan baru. Kami akui meskipun orangnya lama, tapi nuansanya baru. Buktinya Pra-PON (Jabar) saja mereka sangat kooperatif,” pungkas Gatot.


2. Hindari praktek kotor politik masuk ke olahraga

Debuti V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto

Masih konflik-konflik kepentingan yang terjadi di dalam olahraga Indonesia. Terlebih, dalam dunia olahraga tidak berbeda jauh dengan dunia politik, di mana praktik korupsi, politisasi, dan Ego juga terjadi di dalam cabang-cabang olahraga.

Hal tersebut menurut Gatot harus dihindari karena tidak membawa nilai plus untuk kemajuan pembinaan dan prestasi olahraga nasional.


3. Konflik olahraga hanya buang energi

Debuti V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto

Gatot Dewa Broto juga berharap bahwa konflik-konflik seperti di olahraga harus segera terselesaikan. Pasalnya, konflik ini juga akan berdampak pada atlet.

“Masalah ini harus ada solusi, karena sejauh ini, masalah tersebut sangat membuang-buang energi. Ujung-ujungnya yang kasihan kan atletnya juga.”

“Konflik yang sering terjadi ini sangat menggangu, bahkan ada pimpinan sebuah PB (Pengurus Besar) berkirim surat kepada kami, juga agar pemerintah memberikan perhatian. Bahkan ada yang usul, cabor yang bermasalah itu tetap dipertandingkan atau sama sekali tidak dipertandingkan (dalam PON JABAR),” jelas Gatot kepada INDOSPORT beberapa waktu lalu.

KONIPSSIPBSIKOIImam NahrawiGatot S Dewa BrotoIn Depth Sports

Berita Terkini