Sentuhan Kungfu dalam Atraksi Barongsai di Hari Imlek
Hari ini, Senin (08/02/16) bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2567 sekaligus dimulainya tahun monyet.
Di Indonesia sendiri, Tahun baru Imlek sebagian besar dirayakan dengan cara makan malam bersama keluarga, melakukan aktivitas membersihkan rumah untuk membuang jauh segala bentuk ‘kesialan’ dari tahun lalu serta menyambut nasib baik di tahun yang baru.
Selain itu, ada kebiasaan unik lainnya dari perayaan Imlek yang juga tak pernah hilang yakni tradisi bagi-bagi angpao (amplop merah). Tradisi ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah kepada orang-orang yang belum menikah.
Salah satu gerakan ekstrem Barongsai dengan keahlian kungfu di ketinggian dengan tumpuan tiang
Atraksi Barongsai di saat perayaan Tahun Baru China (Imlek)
Atraksi Barongsai kental dengan perpaduan gerakan akrobatik serta beladiri kungfu
Tak hanya itu, Tahun Baru Imlek terasa semakin semarak dengan gelaran atraksi Barongsai (lion dance). Tradisi unik ini selalu menjadi sajian utama. Gerakan fisik akrobatik dan sentuhan kungfu berhasil menyuguhkan keindahan tarian singa.
INDOSPORT menyajikan singkat sejarah Barongsai yang kental dengan sentuhan beladiri kungfu dalam setiap gerakan akrobatik di balik kostum singa.
1. Sejarah Barongsai
Barongsai adalah bentuk tari tradisional yang beradal dari negara-negara Asia dan khususnya budaya China. Barongsai dimainkan oleh dua pemain ahli yang berada di balik kostum singa. Para pemain tersebut berperan meniru gerakan singa.
Dalam Barongsai, wajah para pemain hanya terlihat sesekali saja karena mereka berada di dalam singa. Gerakan dasar Barongsai dapat ditemukan di sebagian besar seni bela diri China.
Biasanya, Barongsai ditampilkan dalam Tahun Baru China (Imlek) ataupun di sejumlah festival tradisional, budaya dan agama lain dari tradisi China. Barongasi juga bisa disuguhkan pada acara-acara penting seperti acara pembukaan bisnis, perayaan khusus atau upacara pernikahan, atau biasa dihadirkan untuk menghormati tamu istimewa oleh masyarakat China.
2. Bentuk Utama Barongsai
Ada dua bentuk utama dari Barongsai (tarian singa China) yakni Singa Utara dan Singa Selatan. Kedua bentuk tersebut biasanya ditemukan di China. Tetapi di seluruh dunia terutama di Asia Tenggara, Singa Selatan mendominasi seperti yang disebarkan oleh komunitas diaspora China yang secara historis sebagian besar berasal dari China Selatan.
Versi lain dari barongsai juga ditemukan di Jepang, Korea, Tibet dan Vietnam. Bentuk lain dari tari singa juga ada di budaya Indonesia, tapi ini adalah tradisi yang berbeda dan dapat disebut sebagai Singa Barong.
3. Barongsai dan Kungfu
Barongsai China memiliki hubungan yang sangat dekat dengan beladiri kungfu atau Wushu.Pasalnya, dua pemain atau penari dari Barongsai merupakan anggota seni beladiri dari sebuah klub kungfu lokal atau sekolah.
Mereka berlatih di klub mereka masing-masing dan beberapa dari mereka berlatih keras untuk menguasai keterampilan kungfu sebagai salah satu disiplin ilmu dari seni bela diri.
Pada praktiknya, sebuah kostum singa besar dikendalikan dua orang pemain dengan keahlian kungfu yang sudah matang. Seorang penari membawa kepala singa di bahu dan satu orang lainnya mengendalikan ekor singa.
Sepanjang melakukan gerakan akrobatik, dua penari tadi wajib memiliki kuda-kuda yang kokoh. Karena kekuatan dan stamina yang dibutuhkan untuk melakukan Barongsai menjadi fondasi utama untuk melakukan gerakan Barongsai yang selalu bergerak diikuti iringan musik seperti gong, drum dan alat-alat musik pendukung lainnya.
Koordinasi menjadi hal yang sangat penting bagi dua penari Barongsai. Selain itu, daya tahan juga sangat diperlukan saat melakukan gerakan-gerakan kungfu yang juga diselingi dengan loncatan akrobatik, gerakan kepala dan ekspresi wajah.