x

5 Olahraga yang Sempurna Bagi Para Lansia

Minggu, 21 Februari 2016 14:30 WIB
Editor:

Menurut dr. Veronika Halim Sp,KFR, yang merupakan dokter spesialis fisk dan rehabilitasi, aktivitas fisik termasuk olahraga yang dilakukan harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi lansia. Hal serupa juga disampaikan Senior Fisioterapis Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, (MMC), Farid Budisusilo.

“Untuk latihan fisik mungkin dapat melakukan olahraga yang memancing lingkup gerak sendi dan mengontrol otot dan juga jantung, serta paru-paru,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kepada INDOSPORT.

Dokter Veronika pun memberikan beberapa alternatif olahraga yang dapat dilakukan oleh para lansia.


1. Beraktivitas dan terus bergerak

Lansia Aerobic

Dokter Veronika menyarankan para lansia untuk terus beraktivitas dan tak hanya berdiam diri. Aktivitas ringan untuk merangsang lingkup gerak sendi, jantung, otot, dan paru-paru dapat dilakukan sehari-hari.


2. Berenang

Lansia Renang

Berenang juga dapat menjadi olahraga pilihan yang mampu memperkuat jatung karena pernapasan yang akan terus terlatih saat melaksanakan olahraga tersebut. Kemunduran fisik yang terjadi pada lansia seperti otot dan tulang yang mengalami penurunan fungsi dapat dicegah karena seluruh otot tubuh akan bergerak saat berenang.


3. Bersepeda

Lansia Sepeda

Sama seperti berenang, bersepeda juga dapat meningkatkan kinerja jantung dan memperkuat bagian bawah tubuh. Namun diperlukan pengawasan khusus orang terdekat bagi para lansia yang memilih bersepeda sebagai olahraga mereka setelan sadel dan pegangan sepeda harus menjadi perhatian utama agar cedera panggul tak terjadi.


4. Aerobic

Lansia Aerobic

Menurut Senior Fisioterapis RS MMC, Farid Budisusilo, para lansia terus disarankan untuk melakukan banyak latihan, bergerak yang  minimal memunculkan low impact dang tidak menimbulkan beban yang terlalu banyak. Aerobic menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan untuk para lansia, dengan melakukan beberapa gerakan aerobic, pulse atau denyut nadi para lansia akan kembali meningkat.


5. Stretching

Bagi para lansia yang tak mampu lagi melakukan banyak gerakan karena kondisi fisik yang tak lagi memungkinkan, stretching atau peregangan dapat menjadi solusi lain. Untuk memunculkan kemandirian bagi para lansia yang tak lagi mampu berkativitas normal, peregangan dapat dilakukan namun tidak boleh dipaksa dan harus sangat disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Latihan fisik dan pernapasan bagi para lansia yang menderita kelemahan tulang bahkan dapat dilakukan dengan tidur.

Olahraga LansiaFisioterapis

Berita Terkini