x

5 Atlet Wanita Pernah Gunakan Doping

Selasa, 15 Maret 2016 23:29 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha

Dunia tenis gempar setelah Maria Sharapova mengumumkan dirinya tak lolos dalam tes doping Australia Terbuka. Bagaimana tidak, Sharapova merupakan petenis yang pernah menduduki ranking 1 dunia sebagai petenis terbaik dunia. Ia juga tercatat sebagai atlet wanita terkaya dunia. 

Karenanya ketika Sharapova terjerat kasus doping, semua pencapaiannya itu menjadi ikut goyah. Semua prestasi yang ia raih bisa dicabut. 

Namun Sharapova mengatakan penggunaan Meldonium, yang belakangan ditetapkan sebagai obat terlarang yang dikategorikan sebagai doping, digunakan atas rekomendasi dokter keluarganya. Ia menggunakannya secara legal untuk pengobatan selama 10 tahun terakhir. Ia tak tahu obat yang digunakannya itu telah dimasukkan dalam daftar doping karena lalai membuka email. 

Terlepas dari benar tidaknya pengakuan Sharapova, terdapat banyak atlet wanita lain yang mengalami peristiwa serupa dengan Sharapova. Berikut INDOSPORT sajikan beberapa diantaranya.


1. Martina Hingis

Martina Hingis pernah menduduki peringkat 1 dunia pada 1997 lalu. Namun perjalanan karier tenisnya diwarnai banyak kontroversi. Ia dua kali mengumumkan pensiun dari dunia yang digelutinya yaitu pada 2002-2005 dan 2007-2013.

Namun saat ini, di usianya yang telah 35, Hingis masih aktif di dunia tenis. Jika sebelumnya ia bermain di nomor tunggal, kini Hingis bermain di nomor ganda dan menduduki peringkat 1 dunia tenis ganda putri. 

Pada 2008 lalu, Hingis kedapatan mengkonsumsi kokain. Ia dihukum larangan tanding selama dua tahun oleh International Tennis Federation. 


2. Kelli White

Kelli White adalah pelari sprinter peraih medali emas World Championships di Paris, Prancis. Sayang dia terlibat dalam skandal Bay Area Laboratory Co-Op (BALCO).

Setelah mengikuti kompetisi pada 2002, White mulai menggunakan berbagai doping dan obat terlarang. Tindakan terlarangnya ini ketahuan pada 2004 yang membuatnya harus kehilangan berbagai medali yang ia menangkan dalam berbagai lomba sebelumnya. 


3. Hope Solo

Hope Solo adalah kiper Timnas Sepakbola Amerika Serikat yang kerap masuk dalam daftar pesepakbola wanita paling cantik di dunia. Namun meski memiliki pesona yang memikat, Solo juga tak luput dari kontroversi. 

Pada 2012 dan 2014, ia ditangkap atas dugaan melakukan KDRT dengan menyerang keponakannya. Selain itu, dalam tubuhnya juga ditemukan kandungan obat terlarang, Canrenone. Namun ia mengaku mendapatkannya dari dokter untuk mengobati sakit menstruasi. 


4. Crystal Cox

Crystal adalah atlet timnas Atletik wanita Amerika Serikat di Olimpiade Athena 2004. Ia memenangkan medali emas dalam lomba 4x400 lari estafet putri di Olimpiade Athena 2004. 

Pada 2010, ia mengaku menggunakan doping steroid anabolik dari tahun 2001 hingga 2004. Akibatnya, berbagai medali yang ia menangkan selama periode tersebut dianulir. Ia pun mendapat sanksi empat tahun yang berakhir pada Januari 2014 lalu. 


5. Andreea Raducan

Andreea adalah atlet senam indah Rumania yang meraih banyak gelar juara. Ia meraih medali emas di ajang Olimpiade, Piala Dunia, dan Kejuaraan Dunia. 

Di ajang Olimpiade Sydney 2000, Andreea juga meraih medali emas. Namun beberapa hari setelah menerima medali tersebut, ia didiskualifikasi karena dalam tubuhnya terdapat kandungan obat terlarang yang masuk dalam daftar doping, yaitu zat pseudoefedrin. 

Usut punya usut, zat tersebut berasal dari obat batuk yang diberikan dokter timnya sebelum pertandingan. Meski bukan murni kesalahannya, ia tetap kehilangan medali yang sudah menjadi miliknya tersebut. 

Maria SharapovaHope SoloMartina HingisDopingAndreea RaducanCrystal CoxKelli White

Berita Terkini