Miris, Indonesia Tak Punya Laboratorium Uji Doping
Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tentu Indonesia akan kedatangan banyak atlet dari luar negri.
Tak dipungkiri dalam ajang ini sangat rentan akan permasalahan doping. Namun sayang Indonesia tidak memiliki laboratorium untuk menguji penggunaan doping.
Hal ini seperti diutarakan oleh manajemen result Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), Cahyo Adi. Namun bagi Cahyo, Indonesia tetap tidak akan memiliki laboratorium pengujian doping.
"Kita gak punya lab tersebut. Dan gak mungkin kita membuatnya. Karena kebijakan dari WADA (badan anti doping dunia) sekarang sudah tidak bisa membangun lab," ucap ia.
"Yang kedua untuk mendirikan lab tersebut memiliki persyaratan dimana dalam setahun harus mengetes 3000 sampel. Sekarang siapa yang mau tes sedangkan biaya tes sangat mahal dengan 6 juta rupiah per tes," tambah ia.
Meski begitu, hal ini tetap menjadi tugas berat Ladi terutama menyebarkan pengetahuan dan berbagai kebijakan terkait pemberantasan doping.
"Ini menjadi kewajiban kita untuk menyebarkan pengetahuan ke 65 cabor. Dimana ada kebijakan baru atau hal apa untuk memberantas doping," tandas ia.